Tampilkan postingan dengan label cakes and pies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cakes and pies. Tampilkan semua postingan

Napoleon cake - homemade


Bismillah

Heboh postingan tentang medan napoleon di media sosial membuat saya lumayan mupeng dan penasaran seperti apa sih rasanya. Tapi kalo harus ke medan kok ya jauh sekali. Jadilah saya coba bikin napoleon cake versi sendiri. 

Napoleon sendiri merupakan salah satu jenis dessert berbahan dasar puff pastry yang berasal dari France. Terdiri dari 3 layer puff pastry yang pada masing2 layer terdapat pastry cream. Bedanya dengan medan napoleon adalah, 3 layer puff pastry tersebut kemudian di bungkus dengan cake. 

Karena kondisi kota Padang yang panas, saya memilih menggunakan coklat ganache untuk fillingnya karena saya rasa aman untuk delivery didalam dan luar kota. Dan atas saran suami, saya memilih untuk membuat semua elemen napoleon cake nya homemade. Mulai dari puff pastry, ganache hingga cake. Untuk resep puff pastry saya menggunakan resep puff pastry dari Anna olson yang pernah saya post disini. Namun, untuk adonan butternya saya ganti dengan pastry fat. Sedangkan aroma butter dihasilkan dari penggunaan butter ddalam adonan terigu. Untuk coklat ganache saya menggunakan resep dari blog rina rinso (bisa di google ya), dan untuk rolled cake nya saya menggunakan resep bolu gulung ekonomis dari mba ricke yang juga sudah pernah saya post disini.




Soal rasa, kata teman2 yang sudah pernah beli sih enak..huehe.. tidak eneg karena ada kombinasi rasa yang legit dari cake, gurih dari pastry dan manis dari ganache. 

Yang tinggal diluar kota medan tapi ingin merasakan gimana rasanya medan napoleon, yuk bikin sendiri. Kalau mau praktis, puff pastrynya bisa menggunakan yang instant. Fillingnya pun sesuai selera saja. You're the bosssss :D


Bolu Gulung Ekonomis - metode all in one



Bismillah,
Selamat pagi. Ceritanya masih semangat ngeblog.
Hari ini saya post resep bolu gulung ekonomis yang saya lihat d blognya mba ricke. Dulu paling anti sama semua resep yang pakai metode all in one. Selain waktu itu ga punya standing mixer, di Newcastle juga jenis emulsifier seperti SP tidak dijual dipasaran. Dari yang saya baca, untuk metode ini penggunaan SP atau sejenisnya termasuk crucial untuk menghasilkan bolu gulung dengan tekstur yang lembut tapi tidak terlalu airy seperti sponge cake.


Nah, salah satu yang tricky juga soal bolgul adalah proses pemanggangan. Pokoknya kalo masih belajar seperti saya harus selalu setia didepan oven deh saat memanggang si bolgul, plus jangan lupa catat durasinya agar next time saat mencoba lagi hasilnya lebih baik lagi.

Resepnya saya share disini ya

Bolu gulung ekonomis
Recipe by: Ricke'bunda nadhifa indriani

Bahan:
6 butir telur utuh
90gr gula pasir
1sdm emulsifier (jangan di kurangi jumlahnya ya.. :))
70gr terigu
10gr maizena
10gr susu bubuk
1sdt vanilla (saya pake La'rome)
125gr margarin lelehkan (saya pake veg oil)

Loyang:
1 buah loyang ukuran 30x30x4
atau 2 buah loyang ukuran 22x22x4
(saya menggunakan loyang ukuran 30x24x4.. agak ketebalan sih..)

Cara:
1. Panaskan oven di suhu 200dercel atau api besar (saya cukup disuhu 190dercel)
2. Siapkan loyang. Oles dengan margarin, alas dengan kertas roti, oles lagi dengan margarin. Sisihkan
3. Campur semua bahan kecuali margarin. Kocok dengan speed tinggi hingga kental, putih, dan berjejak (sekitar 15menit bila menggunakan mixer merk phillips)
4. Masukkan margarin, aduk balik hingga homogen.
5. Tuang kedalam loyang yang telah disiapkan. Hentakkan untuk mengeluarkan gelembung udara. Segera masukkan kedalam oven. Panggang hingga permukaan bolu cukup kering dan kecoklatan.
6. Siapkan kertas roti bersih, balikkan bolu keatas kertas roti tersebut, copot kertas roti yang menempel didasar bolu. Sgera balikkan kembali keatas cooling rack sampai dingin.
7. Setelah dingn bisa diisi sesuai selera dan gulung dengan PEDE. Hehe.

Saya lebih suka menggunakan veg oil untuk membuat berbagai jens cake karena kalau disimpan dikulkas tekstur cake tetap lembut, beda dengan yang menggunakan butter atau margarin. Tapi tergantung selera juga sih ya.

Kalo ingin tau step2 lengkapnya bisa langsung berkunjung ke blognya mba ricke ya. Beliau punya foto step per step membuat bolu gulung.


Yuk, bikin bolgul yuk..
Selamat mencoba.. ^^

Cheesy Brownies Ekonomis



Bismillah,
Mumpung lagi punya banyak waktu sekalian aja hari ini post resep cheesy brownies ekonomis. Biasanya saya menggunakan cream cheese untuk membuat lapisan keju pada brownies. Tapi seperti yang kita semua aware, harga cream cheese memang tidak nyaman dikantong. Hehe. Apalagi di Padang ini cream cheese tidak selalu tersedia di supermarket. Dan kalau sudah seperti itu saya harus pergi ke toko yang lokasinya jauuuh dari rumah.


Hingga pada suatu hari saya ke warung dan tanpa sengaja melihat keju oles merk prochiz. Ya ya ya, saya tau saya memang ketinggalan jaman sekali, hehe. Langsung saja berpikir untuk menjadikan keju oles itu sebagai pengganti cream cheese, secara dari segi harga juga murah meriah. (penjaga warungnya sampai confirm 2x ke saya memastikan saya ga salah ambil keju dan menjelaskan kalo keju yg saya ambil itu keju oles bukan keju cheddar seperti yang biasa saya beli :)) )

Hasilnya? Ennaaaaak... dan comment teman2 yang beli cheesy brownies saya juga bilang enak. Ya pastinya ga akan sama persis dengan yang menggunakan cream cheese ya, tapi untuk yang modalnya mepet2, bisa pakai ini sebagai solusi ya..

Resep browniesnya tetap setia menggunakan resep yang biasa saya pakai, tapi ga apa deh saya tulis lagi disini

Recipe by: Laura vitale
modified by me

bahan:
250gr coklat collata dark, lelehkan
3/4 cup gula pasir (aslinya 1 cup)
1/2 cup butter/margarine
1 cup terigu protein sedang
2sdm coklat bubuk
2 butir telur
sedikit garam
1/4sdt vanilla bubuk

bahan keju:
1 pack keju oles prochiz
1 butir telur
Aduk rata hingga homogen, sisihkan

Cara:
1. Panaskan oven, siapkan loyang brownies atau loyang sesuai selera. Oles dengan margarin, alas kertas roti kemudian oles lagi dengan margarin.
2. kocok butter/margarin dengan gula pasir hingga gula larut (tidak perlu sampai mengembang), masukkan telur aduk menggunakan baloon whisk hingga tercampur rata.
3. Masukkan coklat leleh yang telah didinginkan terlebih dahulu, lalu masukkan sisa bahan yang lain. Aduk rata.
4. Tuang adonan kedalam loyang, sisakan skitar 1/2 cup adonan. sisihkan.
5. Tuang adonan keju dan ratakan dengan sendok diseluruh permukaan adonan coklat. tidak perlu sampai rata. Dengan bantuan 2 buah sendok, taruh sedikit demi sedikit sisa adonan coklat diatas adonan keju. Tidak  perlu sampai menutupi seluruh permukaan adonan keju. Lalu gunakan tusuk gigi untuk membuat motif swirl bila mau, atau biarkan seperti itu saja juga tidak apa2.
6. Segera masukkan kedalam oven yang telah panas (harus dalam keadaan panas agar muncul shiny crust). Panggang dengan suhu 180dercel selama kurang lebih 30menit.

note: Pastikan brownies tidak overbaked ya biar tekstur brownies tetap dapat. Sedikit garing diluar, tapi lembut dan fudgy didalam.



So, mau bikin cheesy brownies tapi ga punya cream cheese? pake keju oles ajjjja.. hehe
Selamat mencoba.. ^^

Tiramisu... lagi


Tiramisu lagi.. Yup.. membuat tiramisu di kota Padang ini sungguh perjuangan. keju mascarpone hanya tersedia di satu supermarket saja, dan itupun harus bersaing dengan yang lain. Alhasil setiap kali orderan tiramisu datang, saya harus menjelaskan kepada yang order bahwa tiramisu available bila stok mascarpone cheese sudah ada.. Hiks..


Resepnya masih sama dengan yang sudah2.. Jadi silahkan mampir ya..


Klappertart Durian


Alhamdulillah dapat orderan klappy lagi.. Sedikit kelabakan di awal karena bingung packaging nya seperti apa. Belum lagi rumah saya yang jauuuh dari pusat kota membuat saya sedikit kewalahan untuk mencari bahan2 yang dibutuhkan.


Bersyukur tak terlalu jauh dari rumah saya menemukan toko yang khusus menjual berbagai macam jenis plastik dan mika untuk keperluan packaging catering. Senangnyaaaa... Berhubung klappy saya juga no bake, jadi bisa menggunakan wadah apa saja. Akhirnya pilihan jatuh pada plastik mika ini ( itupun atas rekomendasi dr si penjual.. huehe..)



Untuk resepnya, saya menggunakan resep yang sudah pernah saya posting disini.. Silahkan mampir ya bagi yang mau resepnya..

Selamat mencoba.. ^^

Banana Cream Pie



Tiba2 teringat akan banana cream pie saat sedang iseng menonton youtube channel favorit. Waktu di Newcastle, ini adalah salah satu dessert fav saya. Selain gampang dibuat, bahan2nya pun tergolong murah meriah dan mudah didapatkan. Tapiiiii... lain cerita begitu sampai di Padang. Pie ini menjadi dessert "mewah" karena bahan2nya lumayan menguras kantong.. Huehe.. Well, bisa saja memang menggantinya dengan bahan2 yang biasa. Tapi tentunya akan membuat cita rasa yang dihasilkan pun berbeda.


Saya meng-copy resepnya dari situs laurainthekitchen.com/bananacreampie. Menurut saya resep ini yang paling pas di lidah saya dan keluarga. Yang membedakannya adalah penggunaan home made caramel sauce yang dicampur bersama potongan pisang.. Hmm... nikmaaaat sekali...

Yuk ah, langsung ke resepnya biar segera di eksekusi

Bahan Banana Cream Pie
by: Laura Vitale
Modified by me

Bahan Crust:
1/2 bungkus biskuit marie/regal, hancurkan sampai halus
50 gr salted butter (saya pakai anchor), lelehkan
1-2 sdm gula pasir

Cara:
Campur semua bahan crust hingga tercampur rata. lalu tuang dan padatkan didalam wadah (sesuai selera, saya menggunakan wadah aluminium seperti pada gambar diatas). Lalu simpan didalam lemari es.


Bahan saus karamel:
1 cup gula pasir
1/2 cup air
1/4 cup butter
3/4 cup whipping cream

Cara:
Campur gula dan air. Masak hingga gula berwarna kecoklatan. Masukkan whipping cream. Aduk cepat, tunggu sampai mendidih. Matikan api. Lalu masukkan butter. Aduk hingga butter meleleh dan tercampur rata. Biarkan dingin.

Bahan isian:
7 buah pisang yang dipotong2

Topping:
Whipped cream

Penyelesaian:
1. Aduk potongan pisang dengan saus karamel (bila saus karamel sedikit mengeras, panaskan sebentar cukup agar karamel sedikit loose)
2. Tuang potongan pisang keatas crust yang telah disiapkan terlebih dahulu. Lalu tutup dengan whipped cream
3. Drizzle dengan sisa saus karamel untuk hiasan. Dinginkan.




Gampang kan membuatnya? So simple yet so decadent... 

Selamat mencoba.. ^^


Tiramisu Spesial Untuk Teman2 B-Ing 02 UNP




Alhamdulillah... akhirnya bisa kembali ke tanah air dengan selamat, tak kurang satu apapun. Saatnya melanjutkan rutinitas, ataupun merajut kembali mimpi untuk masa depan. Salah satunya meneruskan cita2 untuk buka bakulan kue di Padang. Tapi pastinya harus hunting dan trial n error lagi secara saya masih sedikit kesulitan untuk mencari bahan2 yg biasa saya gunakan di ncl. Belum lagi kenalan dengan mas oven... hhmm... masih banyak PR sepertinya..


Anyway.. Tiramisu ini saya buat dalam rangka reunian dengan teman2 jaman kuliah dulu. Alhamdulillah mereka suka. Kalau di ncl dulu, membuat tiramisu adalah hal yang mudah sekali. Bahan2nya sangat mudah didapatkan dan harganya pun sangat bersahabat dikantong. Berbeda dengan di Padang yang untuk mencari bahan2nya saja sulit. Ditambah dengan harganya yang lumayan menguras kantong.. Huehe..

Tiramisu tanpa lady finger itu bagaikan sayur tanpa garam. Huehe.. Karena disini tidak ada yg menjual lady finger, alhasil kemaren saya membuat sendiri lady fingernya menggunakan resep dari Anna Olson yang saya lihat di youtube. Untuk resep creamnya, saya tetap menggunakan resep saya sebelumnya.




Tiramisu selesai di eksekusi, next saatnya mencoba berbagai jenis cake lainnya.. Semoga segera bersahabat dengan mas oven dan bahan2 lainnya.. 

Marble Chiffon Cake


Sekitar semingguan yang lalu saya mendapatkan orderan chiffon cake dari seorang teman. Karena tidak ada sisa, suami pun "nodong" minta dibuatkan chiffon cake juga. Jadilah beberapa hari setelahnya saya memenuhi permintaan suami untuk (lagi2) membuat chiffon cake. Kali ini dibuat tema marble dengan perpaduan rasa pandan, coklat dan jeruk. 


Resepnya sama dan cara pembagian adonan sama dengan resep chiffon zebra cake yang pernah saya posting disini. Hanya saja saat menuang adonan secara acak saja bergantian antara adonan coklat, pandan dan jeruk. Untuk bagian adonan jeruknya, cukup ditambah sekitar 1sdt parutan kulit jeruk (atau di indo biasa disebut sunkist ya?).





Rasanya? ya enaklah pastinya.. huehe.. manis, segar dari jeruk, dan legit dari coklat. Yum...

So.. Selamat mencoba.. ^^

Birthday Cake



Alhamdulillah saat2 terakhir kepulangan ke tanah air masih ada yang pesan cake. Karena yang pesan sudah dari jauh2 hari sebelumnya, jadi proses shipping pun menyesuaikan dengan pesanan. Loh? apa hubungannya shipping dengan pesanan? huehe.. Jadi ceritanya begitu selesai bikin cake, seluruh peralatan tempur masuk ke box untuk di shipping keesokan harinya. Yup... Sangat spesial memang.. Huehe..


Cake base nya sendiri masih setia menggunakan cake coklat kukus yang pernah saya post disini. Sedangkan untuk frosting nya saya menggunakan whipped cream yang dicampur dengan coklat bubuk dan gula bubuk sesuai selera, lalu di beri topping buah2an sesuai pesanan. 


Sedikit kecewa dengan hiasan ganache lelehnya karena keburu dingin dan mulai set saat mempersiapkan piping bag nya. Baru tau kalo ganache nya mulai set adalah saat di piping ganache nya tidak meleleh dan jatuh dengan "elegant" (halaah.. bahasanya :D ).. Akhirnya terpaksa di panaskan lagi sebentar lalu buru2 dituang disekeliling cake. Syukurlah yang pesan tidak komplen... huehe..


Sedikit sisa trim cake nya saya jadikan cake in a jar atau cake in a glass lebih tepatnya... karena saya ga punya jar.. huehe..


Kalau mau lihat resepnya sila klik link diatas ya.. 

Selamat mencoba.. ^^

Tiramisu - Hidangan Pasca Lebaran



Masih dalam suasana lebaran. Sudah menjadi kebiasaan bagi warga Indonesia yang menetap di Newcastle ini untuk melaksanakan halal bil halal setiap idul fitri atau idul adha. Selain untuk menikmati suasana kekeluargaan juga sekalian menikmati menu2 khas lebaran tanah air. Lebaran kali ini saya tidak ikutan potluck menu utama, tapi saya kebagian membawa snack, salah satunya tiramisu. Walaupun bukan dessert khas tanah air, tapi sepertinya kurang lengkap rasanya lebaran tanpa cake atau sejenisnya.

Sejujurnya saya tidak puas dengan tiramisu yang saya bawa saat itu. Selain karena kehabisan cream, lady finger nya juga ntah kenapa walaupun sudah dibiarkan semalaman tapi tidak lembut dan menyerap seperti tiramisu yang sudah2 saya buat sebelumnya. Sempat kepikiran untuk batal membawa tiramisu tersebut, tapi setelah dipikir2 kalau dibiarkan dirumah pasti ujung2nya akan terbuang. Bukan karena tidak enak, hanya saja seperti biasa suami selalu memulai puasa syawal di hari ke2 setelah lebaran, belum lagi saya membuatnya diwadah yang lumayan besar. Sudah dipastikan tiramisu tersebut akan bertahan sangat lamaaaa di lemari es. Alhasil, saya memutuskan untuk tetap membawa tiramisu tersebut dengan harapan si tiramisu tadi tetap laris manis.

Alhamdulillah, walaupun agak2 tidak puas dengan hasilnya tiramisu yang saya bawa tetap habis ludes tidak bersisa. Fiuuh... lega rasanya. 

Nah, beberapa hari kemudian setelah puasa syawal suami hampir selesai, giliran beliau yang minta untuk dibuatkan tiramisu karena saat saya membuat untuk halal bi halal saya memang tidak menyisakan sedikit untuk beliau. Huehe...



Untuk resepnya saya tidak menggunakan resep siapa2.. hehe.. Tinggal cemplang cemplung, aduk2.. Jadi deh... Tapi biasanya saya selalu menggunakan mascarpone cheese untuk campuran cream nya, namun kali ini saya menggantinya dengan cream cheese biasa karena kebetulan cream cheese di swalayan langganan lagi discount. Hihihi. 

Anyway, ini bahan2 yang saya gunakan untuk membuat tiramisu dalam loyang bulat diameter 18cm:

2 pack lady fingers (kalo di ncl ini namanya sponge fingers)
1 pack cream cheese (full fat Philadelphia cream cheese, bisa ditambah jumlahnya bila suka rasa cheese yang dominan)
2 pack double cream (whipping cream) ukuran 285ml
1 cangkir kopi yang telah didinginkan (sesuai selera, atau seperti kopi yg biasa dikonsumsi sehari2)
Gula bubuk, sesuai dengan manis yang diinginkan
Coklat bubuk
Coklat serut untuk hiasan

Cara:
1. Kocok double cream dan gula bubuk hingga mengembang. Lalu campur dengan cream cheese. Cicipi rasanya, bisa ditambah gula bubuk bila kurang manis.
2. Assamble: Celupkan masing2 lady finger kedalam cairan kopi, lalu tata didalam loyang hingga menutupi seluruh permukaan loyang. Potong2 lady finger bila perlu.
3. Ambil 1/3 adonan cream. Ratakan, lalu taburi dengan coklat bubuk.
4. Lakukan step 2 dan 3 hingga semua lady finger habis.
5. Terakhir, taburi bagian teratas dengan coklat bubuk. Lalu simpan didalam lemari es semalaman sebelum disajikan. Taburi dengan coklat serut sebagai garnish

Karena saya kurang suka dengan rasa cream cheese yang dominan, jadi penggunaan cream cheese sejumlah resep diatas cukup bagi saya dan keluarga. Creamy dengan sedikit rasa2 cream cheese di background lidah. Paaas dimakan saat cuaca yang cukup terik beberapa minggu kemaren.



Yuk, bikin tiramisu yuk... Selamat mencoba.. ^^

Banana Chiffon Cake With Nutella Swirl


Judulnya memang terdengar gimanaa gitu... Tapi ini tidak lebih dari chiffon pisang marmer. Yup... Melihat pisang yang kulitnya sudah mulai kecoklatan tangan ini terasa gatal untuk segera membuat cake berbahan dasar pisang. Sudah terbayang manis legit pisangnya. Jadilah akhirnya biar tangannya tidak gatal lagi saya memutuskan untuk membuat cake kali ini pilihan jatuh pada chiffon cake. 


Ceritanya selagi saya memixer putih telur, tiba2 mata saya tertuju pada botol nutella yang isinya tingga sedikit sisa membuat pesanan braided nutella star bread sekitar 2 minggu yang lalu. Segala jenis spread memang akan nongkrong lama dirumah karena saya dan keluarga tidak mengkonsumsi roti sehari2nya. Jadi dari pada sisa nutella itu terbengkalai begitu saya akhirnya saya putuskan untuk menggunakannya kedalam adonan chiffon kali ini, walaupun sampai putih telur mengembangpun saya masih belum kepikiran akan diapakan si nutella tersebut didalam cake.

Karena jumlah nutella yang tersisa hanya sedikit, sekitar 2 sdm, akhirnya pilihan yang paling aman adalah nutellanya saya jadikan untuk bagian swirl nya saja. Alhamdulillah chiffonnya berhasil dan rasanya pun enak. Bukan karena nutella nya juga sih karena rasa nutella nya sendiri bersaing dengan rasa pisang yang dominan. Tapi aroma khas nutella masih tetap tercium samar2. Dan yang penting suami suka (ya iya lah... secara suami doyan sekali dengan cake yang berbahan dasar pisang.. huehe..)

Resep dasarnya saya menggunakan resep basic chiffon cake yang pernah saya posting sebelumnya, hanya ada sedikit modifikasi. Untuk lebih jelasnya saya tulis ulang disini ya.

Bahan:

6 butir putih telur + 50gr gula pasir, kocok hingga kaku, sisihkan
6 butir kuning telur
150 gr gula pasir
200 gr terigu serba guna
100 ml minyak sayur
2 buah pisang yang telah dihancurkan
1/4 sdt garam
1/4 sdt kayu manis bubuk
2 sdm nutella

Cara:
1. Panaskan oven di suhu 180C. Siapkan loyang, oles mentega bagian dasarnya, alas kertas roti, oles mentaga lagi, taburi dengan terigu tipis2. Sisihkan.
2. Kocok kuning telur dan gula pasir hingga gula larut dan berwarna pucat. Masukkan minyak sayur dan pisang. Kocok sebentar hingga tercampur rata. Masukkan terigu, garam dan kayu manis bubuk yang telah diayak. Aduk rata.
3. Di wadah lain, campur nutella dan sekitar 200 gr adonan kuning. Aduk rata hingga nutella tercampur rata. Ambil sekitar 1 cup ( 2 sendok sayur) adonan putih telur. Aduk balik. Sisihkan.
4. Campur adonan kuning dan adonan putih telur dengan teknik aduk balik. Tuang 1/2 adonan tersebut kedalam loyang. Lalu tuaang adonan nutella diatasnya, kemudian tutup dengan sisa adonan kuning. 
5. Dengan menggunakan tusuk gigi, buat motif swirl (tidak perlu terlalu lama). Banting adonan 2x untuk melepaskan gelembung udara, lalu panggang selamat kurang lebih 40menit hingga matang. Lalukan tes tusuk.
6. Begitu adonan matang, banting lagi loyang dari ketinggian sekitar 30cm sebanyak 2-3x untuk meminimalisir cake turun terlalu banyak. Tunggu sampai benar2 dingin, keluarkan dari loyang. Potong sesuai selera.

Note: Loyang yang digunakan tidak harus menggunakan tube pan. Bisa menggunakan loyang apapun yang ada dirumah. Juga banyak versi mengenai mengoles loyang dengan mentega atau dibiarkan ungreased. Tapi menggunakan cara yang manapun insyaAllah tidak akan mempengaruhi proses cake mengembang saat dipanggang, namun memang mempengaruhi seberapa banyak turun cake setelah keluar dari oven. Makanya untuk meminimalisir hal tersebut, proses membanting loyang segera begitu keluar dari oven adalah tahap yang penting untuk menjaga volume chiffon tidak turun. Alhamdulillah dengan cara ini chiffon saya tidak turun setelah dingin walaupun loyangnya dioles mentega. 

Sooo... Selamat mencoba... ^^

Steamed Moist Chocolate Cake


Cake ini saya buat beberapa minggu yang lalu sebagai hadiah untuk salah seorang teman yang saat itu anaknya sedang berulang tahun. Kebetulan saya sudah bookmark resep cake kukus dari mba Hesti yang sudah lama ingin saya coba. Tapi karena kesibukan yang lain (gaya euy...), jadinya keinginan tersebut tertunda terus, hingga akhirnya saya kepikiran untuk memberikan kue sebagai hadiah ulang tahun.

Kebetulan juga semua bahan lengkap di pantry. Jadilah tanpa ba bi bu, langsung menuju dapur dan mengeksekusi resep ini. Karena kue nya akan diberikan sebagai hadiah, tentu saja saya tidak bisa mencicipi hasil akhirnya. Tapi karena akan dijadikan perbandingan, bagian pinggir kuenya saya potong sedikiiiiiiiit sekali (hihihi... maap ya uni humai...ga keliatan kan??). Dari yang sedikit menurut saya kue nya enak dan butternya terasa. Tapi berhubung saya tidak pecinta cake yang terasa butternya, jadi lain kali jika ingin me remade kue ini, butter akan saya ganti dengan minyak sayur. Selain untuk lebih menonjolkan rasa coklatnya, minyak sayur juga akan menjaga kue nya tetap lembut. Eh, itu menurut pendapat dan selera saya loh ya. Maklum lah, lidah wong ndeso. Hehehe..


Untung baking pan nya, saya menggunakan round pan diameter 18cm. Tapi tetap saja hasilnya tidak terlalu tinggi. Tapi untunglah masih bisa dibelah. Kebetulan juga saya punya sedikit homemade strawberry jam yang saya buat beberapa waktu sebelumnya dan masih bertengger indah didalam lemari es tanpa tersentuh sedikitpun.

Katanya siiih...kue nya enak..hehe...Alhamdulillah...Hati senang karena bisa praktek resep baru, plus sekalian belajar dekor (yang pastinya terlihat amat sangat amatiran), plus bahagia karena bisa sharing kue. Mudah-mudahan yang menerima senang dengan kiriman kuenya...

Anyway...ini resepnya yang saya lihat dari blog mba hesti...

Bahan

180 gr butter
200 gr gula pasir
200 ml evaporated milk
2 butir telur, kocok lepas
100 gr terigu
50 gr coklat bubuk
1/2 sdt baking powder
1/2 sdt baking soda
Vanilla bean/ vanilla ekstrak/ vanilla bubuk
Selai strawberry atau selai lainnya sesuai selera

Cara:

1. Campur butter, gula pasir dan evaporated milk dalam saucepan, panaskan hingga gula larut dan butter meleleh. Matikan api. Biarkan hingga hangat.
2. Masukkan telur kedalam campuran susu yang sudah hangat (tidak terlalu panas lagi), aduk2.
3. Diwadah lainnya, ayak semua bahan kering. Masukkan campuran susu dan telur. Aduk rata.
4. Segera tuang kedalam loyang yang telah dialas baking paper dan dioles minyak. Tutup longgar bagian atasnya dengan aluminium foil. Masukkan kedalam kukusan yang telah dipanaskan sebelumnya. Masak hingga matang sekitar 40-45 menit atau hingga matang.
5. Angkat, dinginkan. Belah dua, isi dengan selai strawberry, lalu hias sesuai selera. Bisa menggunakan chocolate ganache atau menggunakan cream seperti gambar diatas. Atau mau dimakan plain juga enak kok.


Selamat mencoba... ^^

KBB #45: Mini Chocoflan


Ceritanya ini tantangan pra-member saya untuk bisa bergabung di KBB. Telat sekali ya? Hiihihihi...Habis gimana dong, baru ngeh sekarang. Yang penting pernah mencoba dari pada tidak sama sekali toh? tooooh...

Tantangan kali ini adalah mini chocoflan. Sebenarnya saya tidak terlalu asing dengan dessert yang satu ini karena sudah sering melihat proses pembuatannya di youtube. Tapi memang belum ada keinginan untuk membuatnya sendiri karena suami dan anak saya tidak begitu suka dengan flan dan jenis2 karamel lainnya, sangaaaat berbeda dengan saya yang maniak dengan semua yang berbau karamel.


Jadilah tantangan ini suatu anugerah (halaaah...) buat saya karena saya jadi punya alasan untuk bikin ini. Demi mengurangi penggemukan badan sendiri akhirnya saya memutuskan untuk membuat setengah dari resep yang diberikan. Alhamdulillah tidak ada kesulitan saat proses pembuatan dan dari setengah resep yang saya buat menghasilkan 6 mini chocoflan ukuran kecil. Pas untuk sekali santap.

Saya pribadi lebih suka mengkonsumsinya dalam keadaan dingin. Daaaan... ternyata, tanpa diduga si ayah yang biasanya menolak jenis dessert yang seperti ini, tau2 sudah menghabiskan 2 mangkok. Plus, nge-tag mangkok terakhir yang dengan setia nangkring di lemari es. Alhamdulillah... senangnya...ga jadi gendut sendiri... Heh??!! hihihi..

Anyway, ini resep aslinya  (saya hanya bikin setengah resep saja). Tidak ada yang saya ubah dari panduan resep yang diberikan kecuali saya menggunakan ramekin untuk wadahnya karena ga punya mini bundt pan. Plus tanpa garnish kenari karena juga ga punya stock kacang-kacangan dirumah...hehe.. 

Mini Chocoflan
Marcela Valladolid dari Food Network

Disalin dari blog buzzfeed.com
Hasil jadi 30mini chocoflan 

Bahan:
Mini bundt pan
Softened butter untuk mengoles pan
roasted pan untuk water bath

Bahan cake:
10 sdm butter, suhu ruang
1 cup gula
1 butir telur
1 3/4 tepung terigu serba guna
3/4 sdt baking powder
3/4 sdt baking soda
1/3 cup coklat bubuk
1 1/4 cup buttermilk

Bahan flan:
1 kaleng evaporated milk
1 kaleng sweetened condensed milk
1/2 cup cream cheese
3 butir telur
1 sdm vanilla ekstrak

Bahan caramel sauce:
120 gr light brown sugar
120 gr butter
100 ml susu fullcream

Garnish:
1/4 cup caramel sauce
1/4 cup kenari atau almond atau kacang lainnya

Cara membuat:

I. CAKE
1. Campur tepung terigu, baking powder, baking soda dan coklat bubuk, kemudian ayak. Sisihkan.
2. Kocok butter dan gula sampai mengembang kemudian masukkan telur dan lanjutkan mengocok.
3. Secara bergantian, masukkan 1/3 bagian campuran tepung, kemudian 1/2 bagian buttermilk. Ulangi sampai habis campuran tepung.
4. Lanjutkan mengocok sampai tercampur rata.

II. FLAN
1. Siapkan blender (saya kocok manual menggunakan balloon whisk) 
2. Campur semua bahan dan masukkan kedalam blender
3. Blend dengan kecepatan tinggi selama 30 detik

III. CRAMEL SAUCE
1. Panaskan oven pada suhu 170-180 derajat celcius
2. Lelehkan butter dan gula diatas api kecil, tunggu sampai gula larut, jaga jangan sampao gosong
3. Masukkan susu sambil diaduk perlahan hingga muncul gelembung-gelembung
4. Lanjutkan mengaduk sebentar kemudian angkat dan sisihkan

IV. MINI CHOCOFLAN
1. Tuang adonan cake hingga setengah tinggi pan
2. Sendokkan adonan flan diatas adonan cake secara perlahan
3. Panggang dengan meletakkannya diatas roasted pan yang telah diisi air panas (water bath method)
4. Oven selama kurang lebih 1 jam atau sampai matang (proses memanggang saya sekitar 40menit)
5. Letakkan diatas cooling rack selama 1jam atau sampai chocoflan dingin/suhu ruang
6. Perlahan keluarkan chocoflan, sendokkan caramel sauce diatasnya dan taburi dengan kenari
7. Langsung sajikan atau dinginkan dulu dalam lemari es



Ga sempat foto2 sesi berikutnya karena kejar2an sama cahaya matahari. Besoknya, lupa deh. Syukurnya masih sempat foto sedikit stepnya (walau buram), dan hasil akhirnya. Next time, bikin lagi aaaah....

Selamat mencoba... ^^

Kue Ultah Untuk Alesha


Alhamdulillah, baru terasa jadi tukang kuenya setelah mendapatkan pemesanan perdana kue ulangtahun dari seorang teman untuk anaknya. Dari sebulan yang lalu sudah sibuk browsing kira-kira kuenya akan dihias seperti apa. Belum lagi deg deg an dengan hasil akhirnya nanti, khawatir jika orderan pertama mengecewakan.


Sudah bisa dipastikan (hehe) saya menggunakan cake kukus coklat sebagai base cake nya sesuai dengan permintaan dari si pemesan. Cake ini terdiri dari 3 layered cake yang disetiap layer nya saya beri olesan coklat whipped cream dan potongan strawberry (lagi2 atas request dari yang pesan). Karena excited saya sampai lupa waktu saat proses pengerjaan, tak terasa jarum sudah menunjukkan pukul 12 malam. Kaki pegal, tapi hati senang karena hasil akhir cake sesuai dengan yang saya bayangkan (walaupun pastinya masih butuh banyaaaaak belajar lagi)

Ada sedikit tragedi nih saat akan packaging. Karena belum pengalaman, cakenya ternyata lebih besar dari ukuran box nya. Waah, mana disini kalau beli cake box harus online. Ya sudah, akhirnya minta maaf ke yang pesan dan bilang kalau box nya sedikit "abstrak" karena harus diperbesar. Hihihii...Alhamdulillah lagi yang pesan tidak keberatan, malah happy sepertinya karena katanya "berarti cake nya lebih gede dong.." hihihi...Alhamdulillah...



Box yang sudah melewati proses permak ulang
Semoga yang pesan berkenan dengan kue dan box abstrak nya.. hehehe..

Chocolate Cupcakes


Sudah beberapa hari belakangan, si uda terus-terusan minta dibuatkan kue coklat. Awalnya karena saya yang menjanjikan untuk membuatkan kue untuk membujuk si uda yang sedang ngambek gara2 tidak diijinkan makan kue coklat pemberian temannya yang merayakan ulangtahun disekolah dan membagi-bagikan kue coklat pada setiap murid.

Ya, saya memang melarang karena meragukan status kehalalan kue tersebut karena kebetulan kue tersebut homemade dan teman yang berulangtahun juga kebetulan non-muslim. Atas alasan itulah akhirnya saya melarang si uda untuk makan kue tersebut dan berjanji untuk membuatkan kue coklat begitu sampai dirumah.

Resep yang saya gunakan adalah coklat cake kukus yang resep lengkapnya bisa dilihat disini. Namun, sesuai request, kuenya plain saja tanpa embel-embel krim atau coklat leleh lainnya. Saat itu saya membuatnya menggunakan loyang biasa. Kali ini saya putuskan untuk membuatnya diloyang muffin dan alih-alih dikukus, kuenya saya panggang. Hasilnya tidak jauh beda menurut saya, hanya saya versi kukus sedikit lebih 'basah' dibanding versi panggang. But it is delicious either way, dan yang paling penting si uda tetap lahap memakannya. Alhamdulillah...



Jadi kalau selama ini enggan membuat kue kukus ini karena tidak punya kukusan yang cukup besar, tenaaang... Bisa dipanggang kok. Hehe..

Soo.. Selamat mencoba.. ^^

DIY Tube Pan Untuk Chiffon Cake



Belum pernah membuat chiffon cake? Terus begitu browsing ketemu resep yang menggunakan tube pan atau loyang bulat yang ada bolong tengahnya? Lantas mengurungkan niat karena ternyata tidak punya loyang tersebut? Hmmm...tunggu dulu.. Jangan buru2 buka online shop (curhat deh..).

Dari dulu ingin rasanya memiliki tube pan untuk membuat chiffon cake seperti yang biasanya saya lihat di google atau di youtube. Tapi di kantong saya, tube pan itu termasuk kategori mahal (disini, kalau di Indo sih ga tau... :D ). Karena itu saya lebih memilih untuk menggunakan loyang apa saja yang saya punya untuk membuat chiffon. Alhamdulillah hasilnya tetap lembut ( kata suami saya loh... hihihi)

Lalu sebenarnya tube pan itu untuk apa? Well, saya bukan ahli baking2an. Ini menurut analisa abal2 saya saja ya. Semoga benar, atau paling tidak mendekati lah.. hehe.. Dalam pembuatan chiffon cake atau jenis kue yang harus memisahkan kuning dan putih, timing adalah segalanya. Setelah mencampur adonan putih dan kuning, adonan harus segera dimasukkan kedalam oven yang telah dipanaskan sebelumnya. Hati2 dengan suhu juga. Suhu oven yang terlalu panas menyebabkan permukaan chiffon retak. Bila terlalu rendah, chiffon berpotensi bantat karena suhu tidak cukup panas untuk membuat adonan set. Hubungannya dengan tube pan? ga ada ding...hehe..

Karena adonan chiffon biasanya lebih banyak, jadi bila menggunakan loyang bulat diameter 24cm misalnya, chiffon akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk matang terutama dibagian tengahnya. Biasanya, bagian pinggir akan matang lebih cepat matang dari pada bagian tengah cake. Makanya kenapa saat test tusuk yang disuruh tusuk adalah bagian tengah bukan bagian pinggir. 

Karena chiffon cake supposedly adalah cake yang lembut dan airy, jadi bila terlalu lama didalam oven menunggu bagian tengah matang, mengakibatkan bagian pinggiran cake yang telah lebih dulu matang menjadi kering atau tidak selembut bagian tengah. Jadi, tujuan menggunakan tube pan saat memanggang chiffon cake adalah agar adonan cake matang sempurna secara merata dan menyeluruh dalam rentang waktu yang sama.



Tapi bukan berarti suatu keHARUSan untuk menggunakan tube pan. Bisa saja pastinya menggunakan loyang yang lain, segi empat, bulat atau persegi, atau apapun. Yang harus diingat adalah sebaiknya tidak menggunakan loyang yang diameternya kecil sehingga menghasilkan chiffon yang tinggi. Karena semakin tinggi volume nya semakin lama waktu yang dibutuhkan bagi chiffon untuk matang sempurna. Bila terlalu lama dipanggang, bisa dipastikan chiffon akan cenderung kering dan tidak terlalu lembut lagi.

Cara yang paling efisien adalah dengan melakukan konversi resep sesuai dengan loyang yang akan kita gunakan. Bisa googling cara konversinya bila belum familiar. Atau, ada juga yang meletakkan benda kecil ditengah cake selama proses pemanggangan sebagai media pengantar panas agar bagian tengan cake juga matang disaat bersamaan dengan bagian pinggir.

Masih ngotot ingin menggunakan tube pan tapi tidak punya dan tidak mau beli? Saya ada triknya. Bukan ide dari saya sih. Waktu itu saya iseng mencari ide untuk membuat cake box sendiri, tapi malah nyasar disalah satu artikel (yg saya lupa save dan tidak ingat sama sekali key word nya) tentang DIY tube pan.

Caranya gampang. Ambil loyang bulat (saya menggunakan loyang diameter 24cm), lalu letakkan ramekin atau benda lain yang berdiameter lebih kecil dari diameter loyang dan tahan panas pastinya, lalu letakkan ditengah2 loyang. Agar lebih secure dan jika memungkinkan, tumpuk atau beri beban benda tersebut untuk memastikan tidak akan ada adonan yang merembes dibawahnya. Untuk sementara saya cuma recommend menggunakan DIY ini untuk cake yang adonannya kental seperti chiffon. Untuk cake yang adonannya lebih encer, saya belum tau sih bisa atau tidaknya... Belum pernah coba soalnya. Hmm.. next project kue sarang semut pakai tube pan DIY nih sepertinya..

Dibagian tengah cake saya letakkan ramekin. Aslinya saya tumpuk 2, tapi yang satu udah keburu diambil karena ga sabaran mau lihat hasil cake nya.. :)


So... tunggu apa lagi.. yuk, segera coba bikin chiffon cake.. Sekali coba pasti ketagihan deh..hihi...Selamat mencoba.. ^^

Bolu Gulung Warna Warni



Salah satu cake yang sudah lama ingin saya praktekan adalah bolu gulung ekonomis yang sering wara wiri di google search engine. Tapi saya agak ragu2 untuk praktek karena semua resep yang saya cari menggunakan emulsifier dalam pembuatannya. Setau saya, emulsifier dalam cake membantu agar proses pengocokan telur dan gula bisa maksimal dalam waktu singkat, atau seperti yang digambarkan itu seperti jambul petruk.
Nah, masalahnya saya tidak tau dimana bisa mendapatkan emulsifier di Ncl ini, plus kenyataan bahwa saya tidak punya standing mixer (hiks..). Bisa dibayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengocok telur tanpa standing mixer alias pegang mixer sendiri sampai mencapai si jambul petruk itu.


Pernah sih nekat 1x mencoba praktek bolgul ekonomis menggunakan 6 telur. Rasanya lamaaa sekali hampir 30 menit tapi si jambul petruk belum muncul juga. Mixer pun sudah mulai panas (padahal saya pakai speed sedang). Aroma2 asap tak sedap dari mixer pun mulai tercium. Akhirnya saya menyerah, dan langsung mencampur dengan bahan2 lainnya. Hasilnya? gagal total. Karena proses mixer tidak sempurna, permukaan adonan dipenuhi dengan gelembung2 udara. Hasil akhir cakenya pun seperti terpisah, bagian atasnya cake dan bagian bawah seperti custard. 

Karena masih penasaran, beberapa hari kemudian saya coba lagi. Kali ini resepnya saya bagi 2 lagi, sehingga hanya menggunakan 3 butir telur. Karena hanya 3 butir telur, saya memanfaatkan food processor saya yang ukurannya memang tidak terlalu besar. Slow and low, telur dan gula saya kocok hingga 40 menit baru akhirnya si jambul petruk muncul. Hasil cake memang sesuai dengan yang diharapkan, tapi prosesnya itu loh. 

Hingga pada suatu hari, saat saya membuat kue ulang tahun untuk si upiak menggunakan resep yang ada disini. Saat itu kebetulan saya menggunakan loyang ukuran 32x22cm (resep asli menggunakan loyang bulat diameter 16"). Hasil cakenya lembut dan elastis. Akhirnya saya kepikiran untuk mencoba membuat cake itu lagi dan menggulungnya. Ternyata memang benar, cakenya elastis dan tidak patah atau retak saat digulung. Alhamdulillah, akhirnya ketemu resep gampang, irit telur (cuma pakai 3 butir loh), dan tidak mengecewakan. Dan yang paling penting, prosesnya cepat, tanpa emulsifier.



Kali ini resep aslinya saya buat jadi warna warni. Ya, ga warna warni sekali sih, wong cuma plain, coklat sama pandan..hehe.. anyway, ini resepnya..

Original recp: Chocolate mousse cake by Nasilemaklover
(modified by me)

Bahan:
3 butir kuning telur
15gr caster sugar (saya pakai sugar granule)
35gr corn oil (saya pakai sunflower oil)
45gr susu cair
15gr cocoa powder
1/4sdt chocolate emulco (saya tidak pakai)
50gr cake flour (saya pakai plain flour)
1sdm coklat bubuk (tambahan dari saya)
2sdm terigu, bagi masing2 1sdm (tambahan dari saya)
1/2sdt pasta pandan (tambahan dari saya)

3 butir putih telur
1/8sdt cream of tartar (saya tidak pakai)
45gr caster sugar (saya pakai sugar granule)

Bahan filling:
100gr whipped cream
50gr cream cheese
gula bubuk sesuai selera

Cara:
1. Panaskan oven disuhu 170C. Siapkan loyang ukuran 32x22 (atau loyang bolgul), oles dengan mentega, alasi dengan baking paper, oles kembali dengan mentega, lalu taburi dengan terigu tipis2.
2. Kocok putih telur hingga berbusa, lalu masukkan sedikit demi sedikit gula pasir sambil terus dikocok hingga kaku. sisihkan.
3. Kocok kuning telur dan gula pasir hingga tercampur rata, lalu masukkan minyak dan susu. Masukkan bahan kering lainnya yg telah diayak. Aduk rata.
4. Bagi adonan kuning menjadi 3 bagian dan masukkan dalam mangkok terpisah. Kedalam mangkok I, masukkan 1sdm coklat bubuk. aduk rata. Mangkok II, masukkan 1sdm terigu dan pasta pandan, aduk rata. Mangkok III, masukkan sisa 1sdm terigu, aduk. Biarkan polos.
5. Bagi adonan putih telur menjadi 3 bagian untuk mangkok I, II, dan III.
6. Untuk mangkok I, ambil sedikit dari sepertiga putih telur yang telah dibagi tadi. Aduk balik hingga tercampur, lalu masukkan sisa putih telur. Lalukan hal sama untuk mangkok II dan III.
7. Masukkan masing2 adonan kedalam piping bag, lalu secara diagonal semprotkan adonan selang seling coklat, pandan, dan plain.
8. Panggang adonan sekitar 15-20 menit, hingga matang. Keluarkan dari oven. Biarkan sampai hangat. Keluarkan dari loyang. Lalu gulung cake bersama baking papernya. Biarkan dingin dalam keadaan tergulung.
9. Sementara itu, aduk bahan filling. Sisihkan.
10. Setelah cake dingin, buka gulungan lalu oles bahan filling keseluruh permukaan cake. Lalu gulung kembali (kali ini tanpa baking paper pastinya) sambil perlahan2 melepas baking paper yang masih menempel dibagian bawah cake. Tahap terakhir, gulung cake yang telah digulung dengan baking paper. Dinginkan dalam lemari es. Potong2, sajikan.

note: bila ovennya tidak punya api atas seperti oven saya, maka biasanya permukaan cake agak sedikit lengket. Bila seperti itu keadaannya, setelah cake dikeluarkan dari loyang, taburi permukaan cake dengan gula bubuk sebelum menggulungnya bersama baking paper agar permukaan cake tidak lengket dan susah saat membuka gulungannya.



Bila tak mau repot membagi2 adonan, cake ini bisa dibuat satu rasa atau satu warna saja sesuai pilihan. Terlihat repot dan susah, tapi setelah dijalani tidak repot kok. Apalagi setelah diicip2..Hhmm...worth the effort deh...
Selamat mencoba.. ^^



Basic Chiffon Cake, Berbagi Tips



Chiffon cake adalah salah satu jenis cake kesukaan saya dan keluarga. Teksturnya lembut seperti kapas (lebai deh...), tidak bikin eneg, dan yang terpenting tidak perlu menggunakan jenis emulsifier apapun.



Karena ini jenis cake favourite keluarga, jadinya saya lumayan sering membuat cake ini. Saya pun rajin browsing kiri kanan untuk mengumpulkan informasi sebanyak2nya mengenai chiffon cake. Tips dan triknya saya rasakan bermanfaat untuk membuat chiffon cake anti gagal dan sempurna setiap saat (cieeh...hehe...lebai lagi deh ini..).

Langsung saja ya..

1. Loyang. 
Untuk membuat chiffon cake ini kebanyakan orang menggunakan loyang tulban atau loyang bulat yang ada bolongan ditengahnya. Tapi sebenarnya menggunakan loyang apa saja bisa. Trus, sebagian menganjurkan untuk tidak mengolesi loyang dengan mentega atau apapun. Sebagian lagi menganjurkan untuk mengoles loyang dengan mentega, lalu taburi dengan terigu. Dua2nya pernah saya coba, dan hasilnya sama saja. Jadi, mau dioles atau tidak, terserah anda. hehe..

2. Telur.
 Untuk membuat chiffon cake, putih telur dan kuningnya harus dipisah. Usahakan saat memisahkan, tidak ada bagian kuning telur yang tercecer di bagian putih karena hal ini akan menghambat kenaikan volume putih telur saat dikocok nanti. 
Saat mengocok putih telur, ada yang menyarankan untuk menggunakan cream of tartar. Tapi karena bagi muslim cream of tartar tergolong haram, jadi tidak digunakanpun tidak apa2, insyaAllah. Mengocok putih telur juga dibutuhkan sedikit gula pasir. Pastikan putih telur sudah mulai mengental dan berbusa sebelum mulai memasukkan gula pasir sedikit demi sedikit. Lalu lanjutkan mengocok hingga kaku (saat beater diangkat, sisa adonan yg menempel akan membentuk jambul petruk)

3. Folding/aduk balik
Saat menggabungkan adonan putih ke adonan kuning telur, sebaiknya dilakukan dalam 3x tahapan agar adonan tidak turun/deflate. Adonan yang deflate ditandai dengan volume adonan yang tidak tinggi serta encer. Campur adonan putih ke adonan kuning dengan menggunakan spatula potong bagian tengah adonan dari atas kebawah lalu gerakkan searah dengan jarum jam. Setelah itu putar wadah sedikit kearah berlawanan dengan jarum jam. Lakukan gerakan ini terus hingga semua adonan tercampur rata. 

4. Bang the pan
Setelah adonan dimasukkan kedalam loyang, hentakkan loyang diatas meja untuk mengeluarkan gelembung2 udara yang terperangkap didalam adonan. Begitu juga setelah cake matang. Setelah cake dikeluarkan dari oven, angkat loyang hingga kira2 15-20cm dari permukaan meja yang telah dialas kain. Lalu lepaskan. "Banting" loyang yang berisi cake yang baru matang tersebut sebanyak 2-3x agar cake tidak turun. Cake jenis chiffon ini memang punya tendensi untuk turun. Tapi dengan membanting loyang tersebut membantu agar volume cake tidak turun secara signifikan.

5. Oven
Pastikan oven sudah dinyalakan minimal 15 menit cake dimasukkan. Bila adonan telah jadi, namun oven masih belum menyala, well...feel free to scream...aaaaaaaaaaw.... hehehehe...(itu quote dari vlogger fav saya..)

Apalagi ya? sepertinya sudah semua sharing tipsnya. 
Sekalian saya share resep dasar chiffon cake saya yang biasa saya gunakan (saya dapat resep ini dari sini, tapi jumlah terigunya saya kurangi). Kali ini saya membuat chiffon cake pandan.

Bahan:
6butir kuning telur
150gr gula pasir
200gr terigu
100ml susu cair/santan/air matang
100ml minyak sayur
2sdt pasta pandan
sedikit garam

6butir putih telur
50gr gula pasir

Cara:
1. Panaskan oven disuhu 190derajat. Siapkan loyang.
2. Kocok putih telur hingga mengental dan berbuih, lalu masukkan gula pasir sedikit demi sedikit sambil terus dikocok hingga kaku. Sisihkan.
3. Kocok kuning telur dan gula pasir hingga pucat dan gula tercampur rata. Masukkan pasta pandan. Kocok hingga rata kembali. Lalu masukkan sisa bahan. Aduk hingga rata.
4. Masukkan sepertiga adonan putih keadonan kuning. Aduk balik hingga rata. Lalu masukkan sisa adonan putih, aduk balik kembali hingga rata.
5. Masukkan adonan kedalam loyang, lalu panggang selama kurang lebih 30menit tergantung ukuran loyang. Cek kematangan cake dengan menusukkan tusuk gigi ditengah2 cake. Bila tidak ada lagi sisa adonan basah yang menempel, segera keluarkan cake dari oven. Banting loyang sebanyak 2-3x, lalu dengan bantuan pisau, lepaskan sisi2 cake yang menempel disisi loyang. Lalu biarkan cake dingin didalam loyang sebelum dikeluarkan. Chiffon cake siap disajikan.





Resep dasar chiffon cake ini biasa divariasikan sesuai selera, mulai dari chiffon pisang, jeruk, durian, strawberry, dll. Caranya hanya dengan mengutak atik bahan kuning. Misalnya jika ingin membuat chiffon coklat menggunakan coklat bubuk, kurangi 50 gr jumlah terigu pada resep lalu ganti dengan cocoa powder. Namun karena cocoa lebih pahit, jadi sebaiknya jumlah takaran gula pasir sedikit ditambah. Atau jika ingin membuat chiffon berbahan dasar buah2an seperti pisang, caranya adalah dengan menghaluskan pisang menggunakan blender. Bahan air pada resep diganti dengan pisang blender dengan takaran yang sama.

Ataupun jika ingin membuat chiffon warna warni, juga tinggal mengutak atik adonan kuning. Sebelum adonan kuning dicampur dengan adonan putih, masing2 adonan kuning dan putih dibagi 2 atau 3 (sesuai jumlah warna yg diinginkan). Lalu beri warna setiap adonan kuning sesuai selera. Selanjutnya sama dengan tahapan folding diatas. Hanya saya eksekusinya harus cepat agar adonan tak keburu kempis atau deflate. Lebih lengkapnya bisa dilihat disini.



Intinya, selama adonan putih tidak diganggu gugat, adonan kuningnya mau dibikin kayak gimana juga insyaAllah chiffon akan tetap berhasil...

Jadi, tunggu apa lagi.. Hayuk segera dipraktekin.. Selamat mencoba.. ^^

Shepherd's Pie atau Chickenerd's Pie?


Resep aslinya bernama shepherd's pie yang terbuat dari daging kambing cincang plus bahan tambahan lainnya, lalu ditutup dengan mashed potato dan kemudian dipanggang hingga bagian atasnya kecoklatan. Namun tak sedikit juga yang akhirnya mengganti daging kambing cincang dengan daging sapi cincang. Dan karena saya bukan penggemar daging kambing ataupun penikmat daging sapi (baca: mahal...hehe..), jadinya saya berubah haluan menggunakan daging ayam cincang, plus bagian atasnya ditaburi bread crumb biar agak krenyes krenyes...enaaak sekali, mirip dengan pastel tutup (sepertinya, karena saya belum pernah mencoba pastel tutup versi Indonesia)


Jumlah mashed potato diatasnya bisa disesuaikan dengan selera masing2. Berhubung saya penggemar mashed potato, jadi jumlah mashed potatonya sama banyaknya dengan bahan isian.  Toppingnya juga sesuai selera, bisa ditaburi keju parut, bread crumb, atau polos saja.



Anyway, ini resep shepherd's pie ala saya

Bahan isian:
1/2 kg daging ayam cincang
3 buah wortel, potong dadu
2 batang celery (celery di UK ini ukuran jumbo), iris2
3 batang daun bawang, iris2
1 buah bawang bombay, potong dadu
4 siung bawang putih, cincang halus
Garam
Merica hitam
1sdm kecap manis
1/4 sdt buah pala bubuk
1sdm maizena
Sedikit air
Minyak untuk menumis
(Bisa tambah bahan lain sesuai selera, seperti peas, jagung manis, dsb)

Cara:
1. Tumis ayam cincang dalam wajan dengan api besar, lalu masukkan bawang putih, garam dan merica.
2. Masukkan bahan lainnya kecuali maizena. Masak hingga sayuran matang. Lalu larutkan maizena dengan sedikit air. Masukkan ke tumisan ayam. Masak hingga isian mengental. Tes rasa. Lalu masukkan kedalam pinggan tahan panas yang sudah dioles sedikit minyak. Sisihkan. Lanjutkan membuat mashed potato.


Bahan mashed potato:
6 buah kentang ukuran sedang, kupas kulitnya lalu rebus sampai empuk
50-100 ml susu cair, hangatkan (jangan dingin)
4 sdm butter/mentega
Garam&merica hitam

Cara:
1. Hancurkan kentang yang telah direbus hingga benar2 halus. (lalukan ketika kentang masih panas), lalu masukkan butter. Aduk rata.
2. Masukkan susu cair sedikit demi sedikit hingga adonan mashed potato menjadi lembut. Konsistensi kentang sebaiknya agak encer (seperti konsistensi soft peak pada whipped cream), agar hasil akhirnya tidak kering.
3. Setelah sampai pada konsistensi yang diinginkan, bumbui dengan garam dan merica. Lalu tuang mashed potato keatas isian. Ratakan. Beri topping bila mau. Lalu panggang didalam oven yang telah dipanaskan pada suhu 180 derajat C hingga bagian atasnya kecoklatan.
4. Pie siap disajikan.

Penyajiannya cukup di scoop seberapa yang kita inginkan alias free style. Bila ingin sedikit rapih, sebaiknya tunggu pie dingin terlebih dahulu, agar mashed potatonya bisa menahan bentuknya saat dipotong dan dipindahkan ke piring saji. Tapi bagaimanapun cara menyajikannya, shepherd's pie ini tetap menggugah selera. 



Selamat mencoba... ^^