Tampilkan postingan dengan label masakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masakan. Tampilkan semua postingan

Ayam Suwir Bumbu Rujak

Bismillah..
Ayam suwir bumbu rujak ini menu yang saya buat beberapa hari yang lalu. Bumbunya sama kaya ayam bakar bumbu rujak biasa, bedanya ini isinya ayam suwir dan ga pake dibakar. Sesuai namanya, masakan ini lumayan pedas. Jadi untuk anak-anak saya buatkan sup ayam menggunakan kaldu rebusan ayam suwir ini. Etapi ternyata kak Aisyah juga doyan dan minta ayam bumbu rujaknya. Kepedesan sih, sampe-sampe segelas air putih ga cukup buat minumnya. Tapi memang sepertinya dia sudah mulai terlatih punya citarasa orang Indonesia yang umumnya doyan pedas. Guuud..guud...hihi..

Ayam suwir ini sebenernya juga mirip bumbu bali, bedanya yang ini ga pake kencur. Lengkapnya seperti berikut yaa..

Ayam Suwir Bumbu Rujak
ala mamaaisyah

Bahan
1 fillet ayam (atau bagian lain yang berdaging banyak, +/- 600 gr)
1 batang serai, memarkan
2 cm lengkuas, memarkan
2 lembar daun salam
1 sdt asam jawa atau 1/2 sdm air asam jawa
1 sdt gula jawa sisir
100 ml santan

Bumbu halus:
1 shallot (5 bawang merah)
3 bawang putih
2-3 cabe merah besar (tambahkan rawit jika suka pedas
1/2 sdt kunyit bubuk
1/2 sdt merica bubuk
1 1/4 sdt garam, atau sesuai selera
3/4 sdt gula pasir, atau sesuai selera
1/2 sdt terasi matang

Cara membuat:
1. Rebus ayam, tiriskan, suwir-suwir. Sisihkan
2. Tumis bumbu halus bersama serai, lengkuas, daun salam dan jahe hingga harum dan matang. Tambahkan asam jawa dan gula jawa. Aduk rata
3. Masukkan ayam, bolak-balik hingga ayam terbalut bumbu
4. Tambahkan santan. Masak hingga bumbu dan santan meresap dengan api sedang. Angkat

Sajikan bersama nasi putih hangat. Yuuumm.. :)


Selamat mencoba :)

Ayam Goreng Padang Bumbu Lengkuas

 

Kalau bicara soal ayam goreng, hampir semua orang sudah dipastikan suka. Yaa kecuali kalau ada yang memang tidak suka ayam. Hehe... Jenis ayam goreng pun beraneka ragamnya. Ayam goreng tepung, ayam goreng kentucky, ayam goreng mentega, ayam serundeng, dan seterusnya, daaan seterusnya. 

Kalau di daerah asal saya, tidak hanya ayamnya yang digoreng, tapi juga bumbu2 sisa me-ungkep ayam pun juga ikutan digoreng hingga benar2 kering dan renyah. Sudah bisa dipastikan rasanya enaaaak sekali.
Ayam goreng bumbu ini juga salah satu makanan favorit dikeluarga saya dulu sewaktu kecil, terutama saat Ramadhan. Biasanya mama juga akan menambah bumbu ekstra karena biasanya bumbunya duluan yang laris manis.

Masih dalam rangka ayam goreng mania dirumah nih. Hihihi...ayam goreng mania? Yup, sejak sebulan belakangan kami sekeluarga dilanda demam ayam goreng. Gara2nya lagi bosan makan menu yang lain hingga pada suatu hari saya membuat ayam goreng dan sedikit sambal terasi sebagai pendampingnya. Ternyata semua suka dan "bergairah" untuk makan kembali. Akhirnya sejak saat itu menu sehari2 tak jauh2 dari ayam goreng dan sambal terasi sesuai request suami tercinta. 

Kebetulan 2 hari yang lalu saya membaca postingan resep dari seorang sahabat. Melihat resep itu, saya jadi teringat lagi akan ayam goreng buatan mama. Hhm...nostalgia sekalian melepas rindu akan mama melalui masakan nih ceritanya.

Anyway, ini resepnya saya tulis disini ya

Ayam Goreng Padang Bumbu Lengkoas
Resep dari: Biyay AtharSabai
Modified by me

Bahan:
1 ekor ayam
3 sdm air perasan jeruk nipis
2 lembar daun salam
5 lembar daun jeruk
1 batang sereh, memarkan
75 gr lengkuas, parut (saya blender bersama bumbu halus)
Air secukupnya untuk merebus

Bumbu halus:
10 siung bawang putih
2 ruas jari jahe
1 ruas jari kunyit (saya menggunakan 1 sdt kunyit bubuk)
5 butir kemiri
2 sdt garam

Cara:
1. Cuci bersih ayam, lumuri dengan air jeruk nipis. Diamkan 15 menit, cuci bersih.
2. Campur ayam, sisa bahan dan bumbu halus. Masak dengan api sedang hingga ayam matang dan airnya rebusan habis dan kering.
3. Pisahkan ayam dari sisa bumbu.
4. Goreng ayam hingga kecoklatan. Tiriskan. Sisihkan.
5. Goreng sisa bumbu ungkep dengan api sedang sambil terus diaduk hingga bumbu berwarna kecoklatan dan kering.
6. Angkat, saring, dan taburi diatas ayam goreng. Ayam goreng siap disajikan.



Sedikit tips dari yang share resep. Katanya bila saat direbus ayam sudah matang tapi air rebusan masih banyak, segera keluarkan ayam dan lanjutkan memasak air rebusan hingga airnya habis..

So... Selamat mencoba... ^^

Urap Sayuran

Bismillah..
Yeepp.. urap sayuran ala saya ini memang ga sesuai pakemnya sodara-sodara. Kalo umumnya bumbu urap itu dikukus, saya ditumis biar praktis. Kalo seringnya bumbu urap itu pake kencur, saya ga pake. Bukan gamau, tapi seringnya ga nemu. Dan juga, menyesuaikan dengan sayuran lokal, saya ga pernah pake kacang panjang di urap yang saya buat. Mihiiil sodara-sodaraa.. Saya ganti pake buncis aja.

Saya kadang campurin sayur kale kalo pas lagi ada, tambah wenak.. Tapi kalo pas ga ada, ya saya pake bayam aja. Nhah, karena sifatnya si bayam Eropa yang lembek, saran saya, bayamnya jangan direbus/dikukus seperti sayuran yang lain. Cukup dicelup sebentar ke air panas, lalu segera tiriskan. Ini resep yang sama kaya yang saya biasa pakai untuk bikin pesanan tumpeng. So far pada bilang enak, alhamdulillah.. Nhah yang kemaren pada nanyain resepnya, monggooo yah.. saya mah ga pake bumbu rahasia2-an kok, beneran deh, heheu.. 
Hayoh, mari dipraktekin :)


Urap Sayuran

Bahan
200 gr buncis, potong-potong
2 buah wortel, potong-potong
150 gr taoge, seduh air panas
150 gr bayam
>bisa ditambah ato diganti sayuran laen suka-suka

3 daun jeruk, sobek-sobek
200 gr kelapa parut kering
100 ml air atau secukupnya
1 sdt gula merah sisir
11/2 sdt garam atau secukupnya
1/2 - 1sdt gula pasir
minyak untuk menumis

Bumbu halus
1 buah shallot ukuran besar (6 bawang merah)
3 bawang putih
2 cabai merah besar
1/3 sdt kunyit bubuk
1/2 sdt terasi matang(digoreng atau dibakar)

Cara membuat:
1. Tumis bumbu halus bersama daun jeruk hingga harum. Masukkan kelapa parut, aduk hingga rata. Masukkan air, garam, gula jawa dan gula pasir, aduk kemudian masak hingga air meresap dan kelapa agak empuk. Tambahkan air jika perlu.
2. Cicipi dan koreksi rasa, angkat. Urap tidak terlalu basah juga tidak kering
Sayuran: Rebus di dalam air yang diberi sedikit garam hingga matang. Tiriskan
untuk bayam: didihkan air, matikan api kemudian celupkan bayam sebentar lalu segera tiriskan
Penyajian: campurkan smua sayuran dan bumbu urap. Aduk rata, sajikan.

Note:
- Mulai dari sedikit aja kasi gula-garemnya, cicipi dulu baru dipaskan dengan ditambah kalo kurang. Terus ulangi cicip dan koreksi rasanya sampai dengan pas rasa dengan selera. Terus terang, saya kadang mpe 5 kali bolak-balik cicip-koreksi baru paaas nendangnya, hihi. Yup, begitulah untuk semua masakan ;)
- Untuk hampir semua masakan saya emang selalu pake gula pasir.. bikin gurih alami, gak perlu pake msg. Cobain deh..
- Takaran sayuran di resep ini kira-kira yah, ga pernah ukur dulu pake timbangan soalnya..

Selamat mencoba :)

Pindang Tuna


Bismillah..
Beberapa lalu ayah beli sekilo fillet ikan tuna yang gede-gedee bener. Jujur saya bingung mo diolah apa. Lha kebiasaan masak dan makan cuman ikan utuh biasa yang digoreng trus dinikmati pake sambel terasi :D

Setelah cari inspirasi di berbagai sumber, akhirnya saya bikin olahan ikan dengan kuah asem pedas yang segeeer.. Enak juga ternyata. Ikannya bisa juga diganti pake ikan biasa, bukan fillet gitu kamsudnya. Bisa utuh juga kalo ukuran ikan ga terlalu besar, atau bisa juga dipotong-potong. Ikannya jug bisa diganti ikan tongkol, sodara dekatnya tuna. Tapi kayanya pake kembung atau bandeng enak juga inih.. Jadi kaya gimana resepnya, yuk marii kira ceki-ceki..

Pindang Tuna
diadaptasi dari Sajian Sedap dengan penyesuaian

Bahan
500 gr fillet ikan tuna
2 sdt aur jeruk nipis/lemon
1 sdt garam
3 lembar daun jeruk, buang tulangnya
1 batang serai, memarkan
2 lembar daun salam
1 cm jahe, memarkan
1 sdm garam (atau sesuai selera)
1/2 sdt gula pasir
1 sdt asam jawa
1 baang daun bawang, potong 2 cm
1,25 liter air
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu halus
8 butir bawang merah
3 siun bawang putih
1/2 sdt kunyit bubuk
3 cabai merah besar (tambahan cabe rawit atau keriting jika ingin pedas)

Cara membuat:
1. Lumuri ikan dengan air jeruk lemon dan garam. Diamkan 15 menit
2. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus daun jeruk, serai, salam dan jahe sampai harum dan matang
3. Tuang air dan didihkan. Masukkan asam jawa, ikan dan garam-gula. Masak sampai matang
4. Tambahkan daun bawang sebelum diangkat. Cicipi & koreksi rasa. Matikan api

Selamat mencoba :)


Cilok Lembut Anti Membal



Sejujurnya saya tidak familiar dengan cilok dan sebangsanya, cimol, cireng, dan ci ci yang lainnya. Walaupun saya pernah menetap di Bandung kurang lebih 8bulanan, tapi rasanya cuma 1x saya pernah jajan cireng di abang gorengan pinggir jalan kampus ITB. Itupun karena penasaran dengan rasanya. Dan kesan pertama saya akan cireng tidaklah begitu menggoda. Bagi saya saat itu rasanya termasuk aneh karena sangat alot sekali, apalagi kalo sudah dingin.
Rasa2nya sangat tidak mungkin gigi saya mampu untuk bekerja sedemikian keras untuk menghancurkan potongan2 cireng tersebut. Hehehe..

Di Ncl ini saya bertemu dengan salah seorang teman yang berasal dari Bandung. Lalu pada suatu hari saat kami ngumpul2 dirumahnya, beliau menyajikan cilok yang dimakan seperti bakso, lengkap dengan kuah dan mie putihnya. Ntah karena rasa kangen atau memang ciloknya enak, saya mulai tertarik pada jajanan yg satu ini, walaupun belum ada keinginan untuk membuat sendiri dirumah. Lalu pada lain kesempatan selesai liqo mingguan dirumah saya, ada ide dari ibu2 yang lain untuk membuat cilok selagi menunggu jam anak2 pulang sekolah (kebetulan rumah saya dekat dengan sekolah). Saat itu cilok yang sudah matang dimasak seperti balado. Naah, itulah moment jatuh cinta saya pada cilok.



Sejak saat itu saya mulai mencoba membuat cilok sendiri dirumah. Sudah beberapa resep yang saya coba. Namun semua resep hasilnya hanya enak saat cilok masih fresh. Jika sudah dingin, cilok biasanya akan keras dan tidak senikmat saat baru dimasak. Hingga pada suatu ketika saya ketemu blognya mba Endang JTT yang ada resep ciloknya, bisa dilihat disini. Karena cara pembuatannya berbeda akhirnya saya mencoba membuatnya. Dan benar ternyata. Ciloknya enak dan tetap empuk walaupun sudah semalaman. Sejak saat itu saya pun tak pernah berpaling ke lain hati. Cilok resepnya mba Endang ini memang top markotop. Tapi saya sedikit cheating sih di resep ini. Resep aslinya menggunakan kaldu alami. Berhubung saya tidak punya (baca: malas untuk bikinnya) kaldu buatan sendiri, jadi saya pilih jalan pintas untuk menggunakan sedikit kaldu sisa ungkepan ayam dan ditambah dengan kaldu blok. 

Anyway, ini resep cilok dari mba Endang JTT;

Bahan:
250ml kaldu sapi (saya pakai air biasa + sisa ungkepan ayam + kaldu blok)
2-3 sdt garam
4 siung bawang putih dihaluskan (saya pakai 2 sdt garlic powder)
1 1/2 sdt merica bubuk (saya pakai black pepper, karena cuma punya itu..hehe)
125gr terigu
2 butir telur
200gr tapioka
3batang daun bawang rajang halus
Air untuk merebus

Cara:
1. Didalam panci, panaskan air kaldu, garam, bawang putih dan merica hingga mendidih, lalu masukkan terigu. Aduk cepat dan masak hingga adonan menggumpal, aduk sebentar. Lalu pindahkan dalam wadah. Biarkan sampai hangat (tapi tidak sampai dingin karena akan susah mencampur bahan lainnya)
2. Setelah tidak terlalu panas lagi, masukkan telur sambil diaduk cepat agar telur tidak matang. Lalu masukkan daun bawang dan tapioka. Aduk rata (menggunakan tangan lebih afdhol, tapi pastikan adonan tidak terlalu panas lagi).
3. Siapkan air rebusan cilok. Lalu bulat2an. Adonan memang sedikit lengket, tapi jangan buru2 menambahkan terigu atau tapioka. baluri telapak tangan dengan sedikit tapioka, lalu ambil sejumput adonan, bulat2kan. Lakukan sampai adonan habis. 
4. Rebus adonan di air mendidih hingga cilok mengapung. Biarkan cilok mengapung sebentar. Lalu angkat.

Cilok bisa disajikan dengan saos sesuai selera. Jalan pintasnya ya menggunakan sambal kacang/sambal gado2 instant yang tinggal diseduh dengan air panas. Tapi kalau mau membuat sendiri juga boleh. 

Resep kuah kacang ala saya:
75 gr kacang tanah yg telah digoreng dan dihaluskan (saya biasanya pakai mixed roasted nuts)
2 siung bawang putih
1-2 sdm gula merah
Cabe merah sesuai selera (saya sering menggunakan cabe bubuk)
Sedikit air panas untuk mengencerkan saos

Cara:
Haluskan semua bahan, Lalu beri sedikit air panas hingga konsistensi yang diinginkan.

Btw, saya suka bikin ini di double resepnya. Sebagian saya nikmati dengan kuah kacang, sebagian lagi saya simpan untuk digoreng keesokan harinya. 



Ayooo, kita nge-cilok... Selamat mencoba.. ^^