Tampilkan postingan dengan label masakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masakan. Tampilkan semua postingan

Ayam Suwir Bumbu Rujak

Bismillah..
Ayam suwir bumbu rujak ini menu yang saya buat beberapa hari yang lalu. Bumbunya sama kaya ayam bakar bumbu rujak biasa, bedanya ini isinya ayam suwir dan ga pake dibakar. Sesuai namanya, masakan ini lumayan pedas. Jadi untuk anak-anak saya buatkan sup ayam menggunakan kaldu rebusan ayam suwir ini. Etapi ternyata kak Aisyah juga doyan dan minta ayam bumbu rujaknya. Kepedesan sih, sampe-sampe segelas air putih ga cukup buat minumnya. Tapi memang sepertinya dia sudah mulai terlatih punya citarasa orang Indonesia yang umumnya doyan pedas. Guuud..guud...hihi..

Ayam suwir ini sebenernya juga mirip bumbu bali, bedanya yang ini ga pake kencur. Lengkapnya seperti berikut yaa..

Ayam Suwir Bumbu Rujak
ala mamaaisyah

Bahan
1 fillet ayam (atau bagian lain yang berdaging banyak, +/- 600 gr)
1 batang serai, memarkan
2 cm lengkuas, memarkan
2 lembar daun salam
1 sdt asam jawa atau 1/2 sdm air asam jawa
1 sdt gula jawa sisir
100 ml santan

Bumbu halus:
1 shallot (5 bawang merah)
3 bawang putih
2-3 cabe merah besar (tambahkan rawit jika suka pedas
1/2 sdt kunyit bubuk
1/2 sdt merica bubuk
1 1/4 sdt garam, atau sesuai selera
3/4 sdt gula pasir, atau sesuai selera
1/2 sdt terasi matang

Cara membuat:
1. Rebus ayam, tiriskan, suwir-suwir. Sisihkan
2. Tumis bumbu halus bersama serai, lengkuas, daun salam dan jahe hingga harum dan matang. Tambahkan asam jawa dan gula jawa. Aduk rata
3. Masukkan ayam, bolak-balik hingga ayam terbalut bumbu
4. Tambahkan santan. Masak hingga bumbu dan santan meresap dengan api sedang. Angkat

Sajikan bersama nasi putih hangat. Yuuumm.. :)


Selamat mencoba :)

Ayam Goreng Padang Bumbu Lengkuas

 

Kalau bicara soal ayam goreng, hampir semua orang sudah dipastikan suka. Yaa kecuali kalau ada yang memang tidak suka ayam. Hehe... Jenis ayam goreng pun beraneka ragamnya. Ayam goreng tepung, ayam goreng kentucky, ayam goreng mentega, ayam serundeng, dan seterusnya, daaan seterusnya. 

Kalau di daerah asal saya, tidak hanya ayamnya yang digoreng, tapi juga bumbu2 sisa me-ungkep ayam pun juga ikutan digoreng hingga benar2 kering dan renyah. Sudah bisa dipastikan rasanya enaaaak sekali.
Ayam goreng bumbu ini juga salah satu makanan favorit dikeluarga saya dulu sewaktu kecil, terutama saat Ramadhan. Biasanya mama juga akan menambah bumbu ekstra karena biasanya bumbunya duluan yang laris manis.

Masih dalam rangka ayam goreng mania dirumah nih. Hihihi...ayam goreng mania? Yup, sejak sebulan belakangan kami sekeluarga dilanda demam ayam goreng. Gara2nya lagi bosan makan menu yang lain hingga pada suatu hari saya membuat ayam goreng dan sedikit sambal terasi sebagai pendampingnya. Ternyata semua suka dan "bergairah" untuk makan kembali. Akhirnya sejak saat itu menu sehari2 tak jauh2 dari ayam goreng dan sambal terasi sesuai request suami tercinta. 

Kebetulan 2 hari yang lalu saya membaca postingan resep dari seorang sahabat. Melihat resep itu, saya jadi teringat lagi akan ayam goreng buatan mama. Hhm...nostalgia sekalian melepas rindu akan mama melalui masakan nih ceritanya.

Anyway, ini resepnya saya tulis disini ya

Ayam Goreng Padang Bumbu Lengkoas
Resep dari: Biyay AtharSabai
Modified by me

Bahan:
1 ekor ayam
3 sdm air perasan jeruk nipis
2 lembar daun salam
5 lembar daun jeruk
1 batang sereh, memarkan
75 gr lengkuas, parut (saya blender bersama bumbu halus)
Air secukupnya untuk merebus

Bumbu halus:
10 siung bawang putih
2 ruas jari jahe
1 ruas jari kunyit (saya menggunakan 1 sdt kunyit bubuk)
5 butir kemiri
2 sdt garam

Cara:
1. Cuci bersih ayam, lumuri dengan air jeruk nipis. Diamkan 15 menit, cuci bersih.
2. Campur ayam, sisa bahan dan bumbu halus. Masak dengan api sedang hingga ayam matang dan airnya rebusan habis dan kering.
3. Pisahkan ayam dari sisa bumbu.
4. Goreng ayam hingga kecoklatan. Tiriskan. Sisihkan.
5. Goreng sisa bumbu ungkep dengan api sedang sambil terus diaduk hingga bumbu berwarna kecoklatan dan kering.
6. Angkat, saring, dan taburi diatas ayam goreng. Ayam goreng siap disajikan.



Sedikit tips dari yang share resep. Katanya bila saat direbus ayam sudah matang tapi air rebusan masih banyak, segera keluarkan ayam dan lanjutkan memasak air rebusan hingga airnya habis..

So... Selamat mencoba... ^^

Urap Sayuran

Bismillah..
Yeepp.. urap sayuran ala saya ini memang ga sesuai pakemnya sodara-sodara. Kalo umumnya bumbu urap itu dikukus, saya ditumis biar praktis. Kalo seringnya bumbu urap itu pake kencur, saya ga pake. Bukan gamau, tapi seringnya ga nemu. Dan juga, menyesuaikan dengan sayuran lokal, saya ga pernah pake kacang panjang di urap yang saya buat. Mihiiil sodara-sodaraa.. Saya ganti pake buncis aja.

Saya kadang campurin sayur kale kalo pas lagi ada, tambah wenak.. Tapi kalo pas ga ada, ya saya pake bayam aja. Nhah, karena sifatnya si bayam Eropa yang lembek, saran saya, bayamnya jangan direbus/dikukus seperti sayuran yang lain. Cukup dicelup sebentar ke air panas, lalu segera tiriskan. Ini resep yang sama kaya yang saya biasa pakai untuk bikin pesanan tumpeng. So far pada bilang enak, alhamdulillah.. Nhah yang kemaren pada nanyain resepnya, monggooo yah.. saya mah ga pake bumbu rahasia2-an kok, beneran deh, heheu.. 
Hayoh, mari dipraktekin :)


Urap Sayuran

Bahan
200 gr buncis, potong-potong
2 buah wortel, potong-potong
150 gr taoge, seduh air panas
150 gr bayam
>bisa ditambah ato diganti sayuran laen suka-suka

3 daun jeruk, sobek-sobek
200 gr kelapa parut kering
100 ml air atau secukupnya
1 sdt gula merah sisir
11/2 sdt garam atau secukupnya
1/2 - 1sdt gula pasir
minyak untuk menumis

Bumbu halus
1 buah shallot ukuran besar (6 bawang merah)
3 bawang putih
2 cabai merah besar
1/3 sdt kunyit bubuk
1/2 sdt terasi matang(digoreng atau dibakar)

Cara membuat:
1. Tumis bumbu halus bersama daun jeruk hingga harum. Masukkan kelapa parut, aduk hingga rata. Masukkan air, garam, gula jawa dan gula pasir, aduk kemudian masak hingga air meresap dan kelapa agak empuk. Tambahkan air jika perlu.
2. Cicipi dan koreksi rasa, angkat. Urap tidak terlalu basah juga tidak kering
Sayuran: Rebus di dalam air yang diberi sedikit garam hingga matang. Tiriskan
untuk bayam: didihkan air, matikan api kemudian celupkan bayam sebentar lalu segera tiriskan
Penyajian: campurkan smua sayuran dan bumbu urap. Aduk rata, sajikan.

Note:
- Mulai dari sedikit aja kasi gula-garemnya, cicipi dulu baru dipaskan dengan ditambah kalo kurang. Terus ulangi cicip dan koreksi rasanya sampai dengan pas rasa dengan selera. Terus terang, saya kadang mpe 5 kali bolak-balik cicip-koreksi baru paaas nendangnya, hihi. Yup, begitulah untuk semua masakan ;)
- Untuk hampir semua masakan saya emang selalu pake gula pasir.. bikin gurih alami, gak perlu pake msg. Cobain deh..
- Takaran sayuran di resep ini kira-kira yah, ga pernah ukur dulu pake timbangan soalnya..

Selamat mencoba :)

Pindang Tuna


Bismillah..
Beberapa lalu ayah beli sekilo fillet ikan tuna yang gede-gedee bener. Jujur saya bingung mo diolah apa. Lha kebiasaan masak dan makan cuman ikan utuh biasa yang digoreng trus dinikmati pake sambel terasi :D

Setelah cari inspirasi di berbagai sumber, akhirnya saya bikin olahan ikan dengan kuah asem pedas yang segeeer.. Enak juga ternyata. Ikannya bisa juga diganti pake ikan biasa, bukan fillet gitu kamsudnya. Bisa utuh juga kalo ukuran ikan ga terlalu besar, atau bisa juga dipotong-potong. Ikannya jug bisa diganti ikan tongkol, sodara dekatnya tuna. Tapi kayanya pake kembung atau bandeng enak juga inih.. Jadi kaya gimana resepnya, yuk marii kira ceki-ceki..

Pindang Tuna
diadaptasi dari Sajian Sedap dengan penyesuaian

Bahan
500 gr fillet ikan tuna
2 sdt aur jeruk nipis/lemon
1 sdt garam
3 lembar daun jeruk, buang tulangnya
1 batang serai, memarkan
2 lembar daun salam
1 cm jahe, memarkan
1 sdm garam (atau sesuai selera)
1/2 sdt gula pasir
1 sdt asam jawa
1 baang daun bawang, potong 2 cm
1,25 liter air
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu halus
8 butir bawang merah
3 siun bawang putih
1/2 sdt kunyit bubuk
3 cabai merah besar (tambahan cabe rawit atau keriting jika ingin pedas)

Cara membuat:
1. Lumuri ikan dengan air jeruk lemon dan garam. Diamkan 15 menit
2. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus daun jeruk, serai, salam dan jahe sampai harum dan matang
3. Tuang air dan didihkan. Masukkan asam jawa, ikan dan garam-gula. Masak sampai matang
4. Tambahkan daun bawang sebelum diangkat. Cicipi & koreksi rasa. Matikan api

Selamat mencoba :)


Cilok Lembut Anti Membal



Sejujurnya saya tidak familiar dengan cilok dan sebangsanya, cimol, cireng, dan ci ci yang lainnya. Walaupun saya pernah menetap di Bandung kurang lebih 8bulanan, tapi rasanya cuma 1x saya pernah jajan cireng di abang gorengan pinggir jalan kampus ITB. Itupun karena penasaran dengan rasanya. Dan kesan pertama saya akan cireng tidaklah begitu menggoda. Bagi saya saat itu rasanya termasuk aneh karena sangat alot sekali, apalagi kalo sudah dingin.
Rasa2nya sangat tidak mungkin gigi saya mampu untuk bekerja sedemikian keras untuk menghancurkan potongan2 cireng tersebut. Hehehe..

Di Ncl ini saya bertemu dengan salah seorang teman yang berasal dari Bandung. Lalu pada suatu hari saat kami ngumpul2 dirumahnya, beliau menyajikan cilok yang dimakan seperti bakso, lengkap dengan kuah dan mie putihnya. Ntah karena rasa kangen atau memang ciloknya enak, saya mulai tertarik pada jajanan yg satu ini, walaupun belum ada keinginan untuk membuat sendiri dirumah. Lalu pada lain kesempatan selesai liqo mingguan dirumah saya, ada ide dari ibu2 yang lain untuk membuat cilok selagi menunggu jam anak2 pulang sekolah (kebetulan rumah saya dekat dengan sekolah). Saat itu cilok yang sudah matang dimasak seperti balado. Naah, itulah moment jatuh cinta saya pada cilok.



Sejak saat itu saya mulai mencoba membuat cilok sendiri dirumah. Sudah beberapa resep yang saya coba. Namun semua resep hasilnya hanya enak saat cilok masih fresh. Jika sudah dingin, cilok biasanya akan keras dan tidak senikmat saat baru dimasak. Hingga pada suatu ketika saya ketemu blognya mba Endang JTT yang ada resep ciloknya, bisa dilihat disini. Karena cara pembuatannya berbeda akhirnya saya mencoba membuatnya. Dan benar ternyata. Ciloknya enak dan tetap empuk walaupun sudah semalaman. Sejak saat itu saya pun tak pernah berpaling ke lain hati. Cilok resepnya mba Endang ini memang top markotop. Tapi saya sedikit cheating sih di resep ini. Resep aslinya menggunakan kaldu alami. Berhubung saya tidak punya (baca: malas untuk bikinnya) kaldu buatan sendiri, jadi saya pilih jalan pintas untuk menggunakan sedikit kaldu sisa ungkepan ayam dan ditambah dengan kaldu blok. 

Anyway, ini resep cilok dari mba Endang JTT;

Bahan:
250ml kaldu sapi (saya pakai air biasa + sisa ungkepan ayam + kaldu blok)
2-3 sdt garam
4 siung bawang putih dihaluskan (saya pakai 2 sdt garlic powder)
1 1/2 sdt merica bubuk (saya pakai black pepper, karena cuma punya itu..hehe)
125gr terigu
2 butir telur
200gr tapioka
3batang daun bawang rajang halus
Air untuk merebus

Cara:
1. Didalam panci, panaskan air kaldu, garam, bawang putih dan merica hingga mendidih, lalu masukkan terigu. Aduk cepat dan masak hingga adonan menggumpal, aduk sebentar. Lalu pindahkan dalam wadah. Biarkan sampai hangat (tapi tidak sampai dingin karena akan susah mencampur bahan lainnya)
2. Setelah tidak terlalu panas lagi, masukkan telur sambil diaduk cepat agar telur tidak matang. Lalu masukkan daun bawang dan tapioka. Aduk rata (menggunakan tangan lebih afdhol, tapi pastikan adonan tidak terlalu panas lagi).
3. Siapkan air rebusan cilok. Lalu bulat2an. Adonan memang sedikit lengket, tapi jangan buru2 menambahkan terigu atau tapioka. baluri telapak tangan dengan sedikit tapioka, lalu ambil sejumput adonan, bulat2kan. Lakukan sampai adonan habis. 
4. Rebus adonan di air mendidih hingga cilok mengapung. Biarkan cilok mengapung sebentar. Lalu angkat.

Cilok bisa disajikan dengan saos sesuai selera. Jalan pintasnya ya menggunakan sambal kacang/sambal gado2 instant yang tinggal diseduh dengan air panas. Tapi kalau mau membuat sendiri juga boleh. 

Resep kuah kacang ala saya:
75 gr kacang tanah yg telah digoreng dan dihaluskan (saya biasanya pakai mixed roasted nuts)
2 siung bawang putih
1-2 sdm gula merah
Cabe merah sesuai selera (saya sering menggunakan cabe bubuk)
Sedikit air panas untuk mengencerkan saos

Cara:
Haluskan semua bahan, Lalu beri sedikit air panas hingga konsistensi yang diinginkan.

Btw, saya suka bikin ini di double resepnya. Sebagian saya nikmati dengan kuah kacang, sebagian lagi saya simpan untuk digoreng keesokan harinya. 



Ayooo, kita nge-cilok... Selamat mencoba.. ^^

Ikan Masak Cuka (Ikan Cuko)


Sejak zaman saya kecil, ikan cuko ini adalah favorite keluarga besar saya. Apalagi kakak laki2 saya, bisa dibilang maniak sama jenis masakan ini. Tidak salah juga jika menjadi kesukaan semua orang. Rasanya yang pedas, asam dan kuah yang gurih membuat nasi sepiring tak terasa sudah habis tak bersisa. Dulu mama biasanya membuat ikan cuko ini menggunakan ikan tuna atau ikan kembung yang terlebih dahulu dibumbui dan digoreng.
Namun, sejak tinggal di Ncl saya lebih suka menggunakan ikan mackarel, baik yang frozen ataupun yang fresh.

Aslinya, ikan cuko menggunakan tomat hijau sebagai pelengkap. Tapi karena disini tidak ada tomat hijau, jadinya saya mencoba menggunakan tomat merah biasa. Namun rasanya tidak pas dan sesuai dengan yang ada dalam ingatan saya. Akhirnya saya mencoba menggunakan cherry tomatoes yang terkadang lebih asam dibanding dengan tomat merah biasa, sedikit mirip dengan rasa yang didapatkan bila menggunakan tomat hijau.



Saya jadi teringat saat hamil anak kedua saya dulu selama trisemester pertama kehamilan menu dirumah setiap hari harus ada ikan cuko ini, kalau tidak ya saya tidak mau makan. Hehehe...Padahal ikan lumayan mahal disini...

Anyway, saya share resepnya disini ya..

Bahan:
2 ekor ikan mackarel ukuran besar, bersihkan, potong2, baluri dgn air jeruk nipis. 

Bumbu halus:
4 siung bawang putih
1 ruas jari jahe
Garam secukupnya

Bumbu tumis:
10 buah cabe hijau keriting, iris2 (atau sesuai selera banyaknya)
1 buah bawang bombay, iris2 bulan sabit (atau 6 buah bawang merah, potong 2-3 bagian)
5 siung bawang putih, potong 3
2 iris lengkoas/laos
1 iris jahe
2 lembar daun salam

Bahan untuk kuah
5 buah tomat hijau, iris2 (atau cherry tomatoes yg dibelah 2 sebanyak yg diinginkan)
3-4sdm cuka masak
2 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
1L air untuk kuah

Cara:
1. Cuci bersih ikan, lalu baluri dengan bumbu halus. Diamkan sekitar 30menit. Lalu goreng hingga kecoklatan. Sisihkan.
2. Dalam panci, ambil sedikit minyak sisa menggoreng ikan tadi, lalu tumis semua bumbu tumis hingga harum, lalu masukkan bahan kuah kecuali tomat. Masak hingga mendidih. Tes rasa, tambah cuka/garam/gula pasir bila perlu.
3. Setelah kuah mendidih, masukkan ikan dan tomat. Masak hingga tomat layu. Sajikan dengan nasi putih.


Ikan cuko ini pas dimakan saat cuaca diluar lagi dingin. So, kalau lagi ada stok ikan di lemari es ga ada salahnya mencoba ikan cuko ini. Selamat mencoba.. ^^

Shepherd's Pie atau Chickenerd's Pie?


Resep aslinya bernama shepherd's pie yang terbuat dari daging kambing cincang plus bahan tambahan lainnya, lalu ditutup dengan mashed potato dan kemudian dipanggang hingga bagian atasnya kecoklatan. Namun tak sedikit juga yang akhirnya mengganti daging kambing cincang dengan daging sapi cincang. Dan karena saya bukan penggemar daging kambing ataupun penikmat daging sapi (baca: mahal...hehe..), jadinya saya berubah haluan menggunakan daging ayam cincang, plus bagian atasnya ditaburi bread crumb biar agak krenyes krenyes...enaaak sekali, mirip dengan pastel tutup (sepertinya, karena saya belum pernah mencoba pastel tutup versi Indonesia)


Jumlah mashed potato diatasnya bisa disesuaikan dengan selera masing2. Berhubung saya penggemar mashed potato, jadi jumlah mashed potatonya sama banyaknya dengan bahan isian.  Toppingnya juga sesuai selera, bisa ditaburi keju parut, bread crumb, atau polos saja.



Anyway, ini resep shepherd's pie ala saya

Bahan isian:
1/2 kg daging ayam cincang
3 buah wortel, potong dadu
2 batang celery (celery di UK ini ukuran jumbo), iris2
3 batang daun bawang, iris2
1 buah bawang bombay, potong dadu
4 siung bawang putih, cincang halus
Garam
Merica hitam
1sdm kecap manis
1/4 sdt buah pala bubuk
1sdm maizena
Sedikit air
Minyak untuk menumis
(Bisa tambah bahan lain sesuai selera, seperti peas, jagung manis, dsb)

Cara:
1. Tumis ayam cincang dalam wajan dengan api besar, lalu masukkan bawang putih, garam dan merica.
2. Masukkan bahan lainnya kecuali maizena. Masak hingga sayuran matang. Lalu larutkan maizena dengan sedikit air. Masukkan ke tumisan ayam. Masak hingga isian mengental. Tes rasa. Lalu masukkan kedalam pinggan tahan panas yang sudah dioles sedikit minyak. Sisihkan. Lanjutkan membuat mashed potato.


Bahan mashed potato:
6 buah kentang ukuran sedang, kupas kulitnya lalu rebus sampai empuk
50-100 ml susu cair, hangatkan (jangan dingin)
4 sdm butter/mentega
Garam&merica hitam

Cara:
1. Hancurkan kentang yang telah direbus hingga benar2 halus. (lalukan ketika kentang masih panas), lalu masukkan butter. Aduk rata.
2. Masukkan susu cair sedikit demi sedikit hingga adonan mashed potato menjadi lembut. Konsistensi kentang sebaiknya agak encer (seperti konsistensi soft peak pada whipped cream), agar hasil akhirnya tidak kering.
3. Setelah sampai pada konsistensi yang diinginkan, bumbui dengan garam dan merica. Lalu tuang mashed potato keatas isian. Ratakan. Beri topping bila mau. Lalu panggang didalam oven yang telah dipanaskan pada suhu 180 derajat C hingga bagian atasnya kecoklatan.
4. Pie siap disajikan.

Penyajiannya cukup di scoop seberapa yang kita inginkan alias free style. Bila ingin sedikit rapih, sebaiknya tunggu pie dingin terlebih dahulu, agar mashed potatonya bisa menahan bentuknya saat dipotong dan dipindahkan ke piring saji. Tapi bagaimanapun cara menyajikannya, shepherd's pie ini tetap menggugah selera. 



Selamat mencoba... ^^



Bakso Ayam (lagi..)


Setiap Autumn atau Winter tiba, sudah seperti keharusan bagi saya untuk menyetok bakso di freezer. Dingin2, apa sih yang bisa mengalahkan nikmatnya makan bakso dan menyeruput kuahnya yang hangat plus pedas dan gurih itu? hhhmmm....Tak terkecuali winter tahun ini. Saat beberapa hari yang lalu akhirnya salju turun menyelimuti Newcastle, suami pun langsung minta dibikinkan bakso. Berhubung saat itu saya sedang kehabisan stok bakso, jadinya saya harus bikin stok yang baru. Untungnya di freezer masih ada 1 kg brisket sapi yang memang enak untuk dijadikan kuah kaldu bakso.


Resep bakso yg saya gunakan sama seperti resep bakso yang pernah saya posting sebelumnya, bisa dilihat disini ya. Hanya saja, kali ini saya ingin upgrade kaldu baksonya. Resepnya saya dapatkan dari salah seorang teman disini yang terkenal dengan homemade baksonya yang yummy sekali..




Langsung saja ya..

Bahan kuah kaldu:
1 kg brisket sapi (atau bisa menggunakan tulang stengkel sapi)
Air secukupnya untuk merebus

Bumbu
Bawang merah goreng
Bawang putih goreng
Seledri, iris tipis
Garam
Merica
Gula pasir
Kaldu block (opt)

Cara:
1. Rebus brisket dengan sedikit air menggunakan api besar. setelah didihan pertama, angkat, buang air rebusan tadi. Cuci bersih brisket, lalu rendam kembali dengan air bersih. Masak dengan api kecil minimal 4jam.
2. Haluskan bawang merah dan putih goreng, masukkan ke air rebusan. Beri seasoning. Kaldu siap disajikan bersama pelengkap bakso yg lain.




Selamat mencoba.. ^^

Sate Padang (Padang-an)


Hhhmmm...sate padang-padang-an...Yup, saya ga berani kasih judul sate padang beneran karena saya ga pernah tau resep asli sate padang itu seperti apa. Sebelumnya saya juga sudah pernah posting resep sate padang. Tapi karena kebetulan beberapa hari yang lalu masak sate padang, ya sudah sekalian saya posting lagi saja sekalian update fotonya.. hehe..


Masak sate ini juga karena permintaan dari suami yang ingin memberi makanan khas Indonesia kepada salah satu temannya yang notabene adalah bule. Kebetulan di freezer masih ada stok daging sapi 1kg yang sudah lama tak tersentuh. Kebetulan juga sudah lamaaa sekali saya tidak pernah bikin sate lagi. Kebetulan lagi saya masih punya sisa tusuk sate dilemari. Naaah, kebetulan-kebetulan itulah yang akhirnya memantapkan semangat saya untuk langsung terjun ke medan dapur dan berjuang memasak sate padang ini. Alhamdulillah feedback dari si bule juga memuaskan. "So delicious, but HOT", seperti itulah kira2 komentar si bule tadi. hehe..Alhamdulillah..



Ini resep sate padang ala saya

Bahan:
1 kg daging sapi (with fat)
1L air (secukupnya untuk merebus daging)
2 buah star anise
4 buah kapulaga
5 buah cengkeh
2-3cm kayu manis
1/4 sdt pala bubuk
1 buah sereh, digeprek
3 lembar daun salam
4 lembar daun jeruk
3 batang daun bawang

Bumbu halus:
1/2 potong bawang bombay
6-7 siung bawang putih
2 ruas jari kunyit
2 ruas jari jahe
2 ruas jari laos
1/2 sdt ketumbar bubuk
1 sdt cabe bubuk (atau cabe halus sesuai selera)
Garam
Merica
Gula pasir
Kaldu blok/bubuk (optional)

Pengental:
200gr tepung beras

Bahan pelengkap:
Lontong/ketupat
bawang goreng
Kerupuk balado

Cara:
1. Cuci bersih daging, lalu baluri dengan bumbu halus. Diamkan minimal 30menit atau semalaman.
2. Rebus daging dan bahan2 yang lain hingga daging empuk. Angkat daging, dinginkan. Potong2 daging sesuai selera, lalu tusuk menggunakan tusuk sate. Sisihkan.
3. Masak kembali air kaldu sisa merebus daging. Tambah sedikit air bila perlu. Lalu tes rasa. Bila sudah pas dengan selera, ambil sedikit kuah lalu campur dengan tepung beras hingga tepung larut (campurkan setengah bagian tepung terlebih dahulu, bila kurang kental tambah sedikit demi sedikit). Aduk rata dan teruskan memasak hingga kuah mengental dan meletup2. (Kuah akan semakin mengental bila sudah dingin)
4. Bila daging sate terasa hambar, taburi dengan sedikit garam lalu diamkan sebentar. Lalu panggang (atau bakar). Saat membakar sate bisa dioles dengan minyak bawang (goreng beberapa siung bawang putih yang telah diiris menggunakan api kecil, lalu gunakan sisa minyak untuk mengoles sate saat dibakar).
5. Tata ketupat/lontong dipiring, sajikan dengan beberapa tusuk sate. Tuang sedikit kuah, lalu taburi dengan bawang goreng. Beri kerupuk balado sebagai pelengkap. (note: disini saya suka makan kuah sate dengan kerupuk kentang asda). Sate padang siap disajikan.



Dari beberapa resep sate padang yang saya browsing, kebanyakan menambahkan bumbu kari didalam kuahnya. Boleh juga untuk dicoba. Anyway... bagi saya pribadi sate ala padang-padang-an ini lumayan lah untuk mengobati rasa kengen setelah lebih dari 3 tahun tidak ketemu abang tukang sate di Padang.. hehee...

Selamat mencobaa.. ^^

Yorkshire Pudding versi nusantara


Yorkshire pudding ini adalah salah satu jenis makanan pendamping bagi British. Yorkshire pudding ini terbuat dari terigu, telur dan susu (kalau tidak salah..hehe..) dan dipanggang didalam loyang yang mirip dengan loyang muffin yang biasanya disebut dengan bun pan. Rasanya seperti adonan biasa yang berbentuk bundar dengan bagian tengah yang cekung. Yorkshire pudding biasanya disajikan sebagai wadah untuk menaruh gravy*, atau ada juga yang menyajikannya sebagai dessert.


Di uk ini banyak sekali ditemukan yorkshire pudding, mulai dari adonan siap jadi ataupun yang sudah dimasak yang biasanya tersedia dalam keadaan beku. Hanya saja bagi teman2 Indonesia disini yorkshire pudding ini biasanya diisi dengan isian yang mirip dengan isian risoles lalu kemudian ditaburi keju, kemudian dioven sebentar untuk melelehkan si keju tersebut. Rasanya mirip dengan risoles. Ya iyalah, wong isiannya juga isian risoles.. hehee... 

Camilan ini lumayan menjadi camilan praktis nan disukai semua orang disini. Membuatnya pun tidak repot. Tinggal beli frozen yorkshire puddingnya, bikin isian, jadi deh. Berhubung saat membuat ini saya tidak punya stok keju, akhirnya saya mencoba menaburi si yorkshire ini dengan tepung roti yang telah diberi sedikit garam dan merica hitam. Lalu dipanggang sebentar hingga bagian atasnya kecoklatan dan menjadi crispy. Eh, ternyata enak juga loh. 

Karena saya tidak pernah membuat yorkshire pudding from scratch, jadinya resep dan cara pembuatannya saya copas dari youtube channel saja ya disini. 

Resep isian yorkhire pudding (aka, isian risoles..hehe..)

Bahan:
1/4 kg daging ayam cincang
2 buah wortel, potong dadu
2 buah kentang, potong dadu
1/2 potong bawang bombay, potong dadu
2 siung bawang putih, cincang halus
2 batang daun bawang, iris halus
1/2 batang seledri, potong2
1 sdt garam
1/4 sdt merica hitam
1/2 sdt kecap manis
1/4 sdt pala bubuk
sedikit air

Bahan topping:
Tepung roti secukupnya
Sedikit garam dan merica hitam

Cara:
1. Masak ayam cincang dengan api besar hingga mulai kecoklatan, beri sedikit garam dan merica, masukkan bahan2 yang lain. Masukkan sedikit air, masak hingga matang dan agak kering. Dinginkan.
2. Masukkan 1-2 sdm isian kedalam yorkshire pudding, tata diatas loyang yang telah dialas foil.
3. Taburi dengan topping, lalu panggang hingga bagian atas kecoklatan.
4. Angkat, sajikan.


*gravy: Saos yang terbuat dari sisa bumbu protein yang di grill atau di roast yang biasanya menempel di pan. kemudian ditambah sedikit bahan tambahan lain lalu dimasak hingga mencapai konsistensi yang diinginkan.


Selamat mencoba... ^^

Sop Daging a la Mama



Dulu saat masih kecil, jenis makanan berbahan dasar daging adalah merupakan makanan istimewa bagi saya sekeluarga. Harga daging yang lumayan mahal membuat mama jarang sekali memasak lauk dari daging. Mungkin karena itu juga yang membuat saya pada akhirnya tidak terlalu suka makan daging. Yup, saya lebih memilih makan dengan ikan asin goreng balado dari pada makan daging-dagingan. Hehe. Sangat berbeda dengan kakak laki2 saya yang pertama yang doyan sekali makan daging. Ada banyak variasi daging yang biasa dibuat mama, salah satunya adalah sop.
Biasanya sebagai pendamping sop selalu tersedia "samba lado". Ntah kenapa. Tapi seperti sebuah kewajiban tak akan lengkap makan sop bila tidak ditemani samba lado.



Semenjak saya di Newcastle, saya lumayan sering memasak sop. Cuaca yang dingin membuat sop terasa begitu nikmat disantap ditemani nasi hangat. Tapi kali ini tanpa samba lado, melainkan ditemani dengan sambal pedas botolan. Kalau dulu mama biasa mencampurkan kentang kedalam sop bersama dengan wortel, saya lebih suka mencampurkan brokoli, cauliflower ataupun kol kedalamnya selain wortel tentunya. Tapi sepertinya sih jenis sayurannya bisa diganti sesuai selera, tak ada pakem tertentu dalam masak toh. hehe...

Anyway, ini resep sop daging a la mama yang nikmat sekali.

Bahan:
1 kg daging sapi tetelan (kalau disini saya biasa menggunakan bagian shank atau ribs)
Brokoli yang telah dipotong2
Cauliflower yang telah dipotong2
Wortel yang telah dipotong2
Garam
Merica putih

Bumbu tumis:
4-5 siung bawang putih yang telah diiris-iris
5 buah cengkeh
Kayu manis sebesar kelingking
2 buah star anise
4 buah kapulaga
1/2 buah pala (kalau mau ditumbuk, 1/4 cukup)
Daun bawang yang sudah diiris2

Bahan taburan:
Bawang goreng

Cara:
1. Cuci bersih daging, rendam dengan air dingin kurang lebih 30menit. Buang airnya, lalu cuci kembali.
2. Masak daging dengan sedikit air (cukup hingga semua daging tertutup air) hingga hampir mendidih, angkat, lalu buang airnya. Cuci bersih kembali daging dan panci. Lalu masak kembali daging dengan air yang lebih banyak dari yang sebelumnya (atau sesuai dengan banyak kuah sop yang diinginkan). Masak daging dengan api kecil agar semua kaldu alami dari daging keluar. Tambahkan garam dan merica sesuai selera.
3. Setelah daging empuk, masukkan sayur2an. Masak hingga semua sayuran matang.
4. Sementara sayuran matang, di wajan terpisah, tumis semua bumbu tumis kecuali daun bawang hingga harum dan bawang putih berwarna kecoklatan. Matikan api, masukkan daun bawang. Aduk sebentar dengan sisa panas dari tumisan.
5. Campurkan tumisan kedalam sop yang telah matang. Matikan api, agar daun bawang tetap terlihat segar. Terakhir taburi dengan bawang goreng. Jangan lupa taste rasa. Sop daging siap disajikan.





Sop daging a la mama ini tidak amis, karena air rebusan pertama daging sudah dibuang. Saat proses perebusan pertama tadi sebaiknya menggunakan api besar saja agar kaldu sapi tidak ikutan terbuang. Gampang kan caranya. Hhhmm... cuaca di Nwecastle sudah semakin dingin, saatnya sop masuk kedalam list menu nih sepertinya.

Well.. selamat mencoba... ^^


Lontong Gulai Cubadak aka Nangka



Lebaran tak lengkap rasanya bila tanpa ketupat sayur. Berhubung disini tidak ada yang jualan ketupat, jadinya ketupat diganti lontong. Kalau saya bilang sih lontong tanpa repot. Karena di ASDA sudah ada tersedia beras dalam kemasan ready to boil. Satu box berisi 4 bungkus beras yang cukup hanya direbus sekitar kurang lebih 2 jam, lalu dinginkan. Jadi deh lontongnya.

Anyway... Untuk lebaran kali ini suami sudah request sayur teman makan lontongnya adalah gulai nangka, atau bahasa minangnya disebut cubadak. Saya tidak tau apakah disini ada yang menjual nangka fresh atau tidak, yang pasti saya selalu menggunakan nangka muda kalengan. Rasanya sih tidak berbeda dengan nangka yang fresh, dan yang pasti lebih gampang diolah karena nangka kalengan sudah dalam kondisi matang dan empuk.

Biasanya dulu mama kalau membuat gulai ini menggunakan bagian tulang-tulang sapi. Saya tidak tau persis nama bagian dari sapinya apa, yang jelas dulu mama menyebutnya tulang sop. Tapi apapun bagian dari sapi yang digunakan saya rasa rasanya akan tetap sama enaknya.

Bicara soal daging, ternyata euforia menyambut lebaran tak hanya terjadi di Indonesia loh. Berhubung penetapan 1 syawal lebaran kali ini sudah diperkirakan semua orang, jadinya semua sibuk mempersiapkan untuk kebutuhan lebaran esok harinya. Termasuk belanja ke butcher shop. Antrian disetiap halal butcher shop tiba-tiba menjadi panjaaaaang sekali. Saya yang kala itu hendak berburu tulang iga terpaksa harus keluar masuk 4 toko halal terlebih dahulu, karena dari 3 toko yang saya masuki semua tulang iga sapi disana sold out semua. Itu baru di butcher shopnya, belum lagi kebanyakan warga IPB (India, Pakistan, Bangladesh) memborong berdus-dus minuman, makanan, bahan-bahan memasak, dan lebih banyak lagi yang lainnya. Walaupun panas, haus, lapar dan letih terasa, namun menyaksikan momen seperti itu cukup mengobati rasa rindu akan euforia lebaran ditanah air.




Anyway... ini resep gulai nangka a la saya...:

Bahan:
2 buah nangka kalengan
1 buah canned coconut milk (saya pakai merk caokoh)
1 kg beef ribs/shank, potong kecil (bisa menggunakan bagian daging apa saja, lebih enak yang ada tetelannya)
Air secukupnya untuk merebus daging

Bahan tumis:
2 buah daun salam
4 buah daun jeruk
1 buah batang sereh, geprek
2 buah asam kandis (bisa di skip kalo tidak punya)

Bumbu halus:
1/2 bagian bawang bombay besar (atau 1 buah bawang bombay kecil)
6-7 siung bawang putih
2 ruas jari jahe
2 ruas jari laos
2 sdm cabe bubuk (atau sesuai selera)
1 sdt ketumbar bubuk
Garam+merica+gula pasir

Cara:
1. Tumis bumbu halus, bahan tumis, dan daging hingga bumbu wangi, lalu masukkan air. Rebus daging hingga empuk.
2. Setelah daging empuk, masukkan santan, dan buah nangka yang telah di potong-potong sesuai selera. Masak hingga santan mendidih. Terus masak gulai dengan api kecil hingga 15-30 menit. Matikan api. Gulai siap disajikan dengan lontong ataupun nasi hangat.

Nb: Kalau menggunakan nangka fresh, nangka direbus dulu ditempat terpisah hingga empuk dan getahnya hilang. Lalu cuci bersih sebelum dimasukkan kedalam campuran gulai.

Selamat mencoba... ^^


Sate Ayam Sambal Kecap



Untuk membuat sate ayam disini tidaklah susah. Toko butcher halal disini menyediakan berbagai pilihan potongan ayam yang kita inginkan. Mulai dari whole chicken; large, medium dan small; chicken legs, chicken thighs, chicken drumstick, chicken breast, chicken minced, bahkan hati ampela juga tersedia. Membelinya pun tergantung kebutuhan, mau sekilo, 1/2kg, atau hanya butuh beberapa potong paha ayam. Si butcher akan melayani permintaan kita dengan ramah. Bagi saya, hal ini sangat membantu sekali. Apalagi
potongan ayam yang dijual sudah lumayan bersih sehingga tak perlu repot lagi untuk mempersiapkannya untuk dimasak.

Tapi saya paling anti bila membeli ayam dalam jumlah banyak lalu distok di freezer tanpa mengolahnya terlebih dahulu. Menurut saya pribadi, rasa dan warna ayam yang telah di defrost sedikit berbeda dengan yg langsung diolah. Ntahlah kenapa. Oleh karena itu, saya lebih suka bolak balik ke butcher halal untuk membeli ayam sejumlah keperluan saya. Bila ada sedikit waktu senggang (baca: tidak malas, hehe..), barulah saya membeli ayam dalam jumlah banyak untuk kemudian diolah terlebih dahulu sebelum dimasukkan kedalam frezzer. Untungnya letak butcher shop itu tidak jauh dari rumah, hanya sekitar 5 menit jalan cepat. Sehingga bolak balik dari rumah ke butcher shop tidak terlalu merepotkan.




Seperti beberapa hari yang lalu, saat sibuyung sakit dan tidak mau makan, saya memutuskan untuk membuatkannya sate ayam. Tak butuh waktu lama, saya langsung meluncur ke butcher shop dan minta diambilkan 1kg chicken breast fillet dan minta dipotong kecil-kecil, sehingga sampai dirumah ayam bisa langsung diolah menjadi sate ayam. Berhubung saat itu saya ingin satenya cepat selesai dan minus ribet, jadinya saya memutuskan untuk membuat sate ayam yang simple saja. Bumbu kecap menjadi pilihan saya. Sekitar 1jam kemudian, si buyung telah dapat menikmati sate ayam fresh dari oven.. Loh? tidak dipanggang? berhubung saya tidak punya grill maupun disposable grill, saya biasanya memanggang sate-satean didalam oven menggunakan api dari broiler yang ada dibagian atas oven.

Ini resep kilat sate ayam a la saya:

Bahan:
1 kg daging dada ayam, potong dadu sesuai selera
Tusuk sate sekitar 50 pcs

Bumbu untuk merendam ayam:
3 - 4 sdm kecap manis (sesuai selera)
2 sdm saos sambal pedas
1 sdt bawang putih bubuk (bisa pakai yang freshly minced)
1/2 sdt merica putih bubuk
1/2 sdt gula pasir
1/2 ketumbar bubuk
1 sdm vegetable oil
Garam secukupnya
Sedikit jeruk nipis

Cara:
1. Cuci daging ayam hingga bersih. Sisihkan.
2. Campur semua bumbu hingga rata. Cicipi sedikit, tambah garam atau bumbu lain bila perlu. Lalu masukkan ayam kedalam bumbu. Aduk rata. Diamkan dalam lemari es minimal 30 menit. 
3. Tusuk-tusuk sate ayam. lalukan hingga semuanya habis.
4. Panggang sate ayam sambil dbolak balik agar matang merata. 
5. Angkat, sajikan dengan sambal kecap.

nb: untuk resep sambal kecap bisa dilihat disini.


Selamat mencoba... ^^

Nugget Ayam Wortel, First Trial



Beberapa hari yang lalu saat menyiapkan bekal untuk si buyung sekolah saya kepikiran untuk membuatkannya nugget ayam. Selain praktis, nugget ini bisa disimpan di freezer sehingga kapanpun dibutuhkan tinggal keluarin dari freezer dan digoreng. Agar tidak gatot alias gagal total, saya mencoba membaca beberapa referensi resep lainnya
. Selain membaca resep dari salah seorang teman, saya juga membaca resep dari blog mba Endang disini. Tapi karena keterbatasan bahan yang ada dirumah, jadi nuggetnya saya bikin simple saja sesuai dengan bahan yang tersedia.

O iya... karena saya juga tidak punya kukusan yang besar, jadi nugget ini saya panggang bukan dikukus. Bagian dasar loyang saya lapisi dengan aluminium foil, lalu saya lapisi kembali dengan baking paper agar bagian dasar nugget tidak kecoklatan saat dipanggang. Hasilnya tetap lembut dan enak kok. Tapi mau nulis resepnya sebenarnya agak bingung karena saya pakai takaran kira-kira. hehe..

Bahan:
1 kg ayam cincang
2 buah wortel yang telah diserut
1,5 sdt garam
2 sdt bawang putih bubuk
1 sdt gula pasir
1/2 sdt merica putih bubuk
2 butir telur, kocok lepas
3 sdm tepung tapioka
Tepung terigu secukupnya (sekitar 2 sdm)

Bahan untuk pelapis
Tepung terigu secukupnya
2 butir telur + 2 sdm susu cair
Tepung panir
Masing-masing bagian beri sedikit garam dan merica

Cara:
1. Panaskan oven pada suhu 170 derajat C. Siapkan loyang 24x24 (atau sesuai ketebalan nugget yang diinginkan), alas dengan foil, lalu lapisi dengan baking paper. sisihkan.
2. Aduk semua bahan nugget hingga tercampur rata. Bila adonan terlalu encer, tambahkan terigu sedikit demi sedikit. 
3. Tuang adonan kedalam loyang, lalu panggang hingga matang. Keluarkan dan dinginkan. Lalu potong-potong sesuai selera.
4. Ambil satu potongan nugget, baluri dengan terigu, lalu celupkan kedalam kocokan telur dan kemudian baluri dengan tepung roti. Lalukan sampai adonan habis.
5. Nugget bisa langsung digoreng dalam minyak panas, atau dimasukkan kedalam plastic bag dan disimpan dalam freezer.

Nugget siap digoreng atau disimpan di freezer

Nugget siap masuk freezer


Tidak susah kan membuat nugget..? lebih nikmat disantap ditemani saos sambal ekstra pedas. Selamat mencoba... ^^

Ayam Gulai Gotong Royong



Dikasih judul ayam gulai gotong royong karena memang bikinnya hasil gotong royong sama suami tercinta. Sebagai ibu yang menyusui, jadwal sehari-hari saya ditentukan oleh si bos kecil yang saat ini berusia 4bulan. Si bos bisa nge-booking saya kapanpun dia butuhkan, termasuk saat sedang masak. Hari itu saya memutuskan untuk membuat ayam gulai. Ayam sudah dicuci bersih dan sudah dilumuri jeruk nipis. Saat hendak menyiapkan bumbu-bumbu
lainnya, si bos kecil tiba-tiba memanggil. Tidak ada kata "tunggu sebentar", harus saat itu juga. Terpaksalah segala kegiatan berhenti sejenak untuk memenuhi kebutuhan si bos ini. 

Karena sudah semakin siang, saya putuskan untuk meminta bantuan suami untuk membantu menghaluskan bumbu-bumbu, tentunya dengan sedikit instruksi mengenai bahannya apa saja dan takarannya berapa. Mungkin karena khawatir salah memasukkan bahan dan salah takaran, suami tak henti-hentinya bertanya mengenai ini dan itu. Jarak antara dapur dan kamar membuat volume komunikasi sedikit mengeras alias sambil teriak-teriak. Hihihi... Mudah-mudahan tetangga yg tinggal di flat atas ga kaget ya...

Sekitar 30 menit kemudian, si bos kecil sudah "mengijinkan" saya kembali melanjutkan pekerjaan didapur. Saat itu suami pun sudah selesai membumbui ayam, tinggal dieksekusi menjadi ayam gulai. Sembari melanjutkan memasak, suami menyelutuk, "Bun, kalo ayam gulainya enak, berarti itu karena saya yang hebat meracik bumbu." Saya yang tak mau kalah pun langsung membalas, "Yah, kalo pun ayam gulainya enak, itu karena yang menginstruksikan yang hebat... lagian kan final touch nya ada di saya..." Hehehe.... 

Akhirnya, gulai ayam pun telah matang, dan rasanya Alhamdulillah enak. Dan yang penting tidak ada yang peduli lagi siapa yang membuat ayam gulainya enak, keburu diserbu sih si ayamnya...

Ngomong-ngomong soal ayam gulai, di Padang ada yang namanya ayam gulai dan kalio ayam. Ayam gulai sama dengan gulai kebanyakan, sedangkan kalio ayam tidak pake kunyit sehingga kalo dimasak terus dengan api kecil lama-lama bisa jadi rendang ayam. Itu kalo saya tidak salah... hhehehe... Trus, biasanya gulai ayam dicampur dengan kemumu. Hmmm... kebayang deh nikmatnya paduan gulai ayam dan kemumu. 

Berhubung disini tidak ada kemumu, jadinya gulai ayam biasanya saya campur dengan kentang. Selain membuat kuahnya lebih creamy, si buyung pun suka karena saat makan kentangnya bisa dihancurkan dan digabung bersama nasi.

Ini resep ayam gulai a la saya... 

Bahan:
1 ekor ayam, potong sesuai selera
1 buah jeruk nipis
5 buah kentang yang telah dikupas kulitnya, potong menjadi 4 bagian
1 buah santan kental kalengan ukuran 400ml (atau santan fresh)
Air secukupnya

Bahan tumis:
2 lembar daun salam
5 lembar daun jeruk
1 batang sereh yang di geprek
2 buah asam kandis (kalo tidak punya, bisa diganti dengan menambahkan jumlah daun jeruknya)

Bumbu halus:
1/2 bagian bawang bombay
6-8 siung bawang putih
Jahe seukuran kelingking
Laos seukuran 1 ruas jari
1 sdt kunyit bubuk
1 sdt ketumbar bubuk
1 sdm cabe merah bubuk (sesuai selera)
1 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
1/4 sdt merica putih bubuk

Cara:
1. Cuci bersih ayam, lalu lumuri dengan air perasan jeruk nipis dan sedikit garam. Biarkan lebih kurang 30 menit. Lalu cuci bersih, dan sisihkan.
2. Tumis semua bumbu halus dan bahan tumis hingga wangi, lalu masukkan ayam. tumis sambil diaduk-aduk hingga semua bagian ayam tercmapur bersama bumbu dan ayam mulai sedikit matang dibeberapa sisi.
3. Masukkan santan kental, lalu tambahkan air secukupnya tergantung kekentalan yang diinginkan. Masak dengan api sedang.
4. Setelah ayam hampir matang, masukkan potongan kentang, lalu lanjutkan masak hingga kentang menjadi empuk.
5. Gulai ayam siap disajikan.

Ayam gulai ini bisa jadi varian menu untuk Ramadhan nanti... Selamat mencoba... ^^

Miehun Goreng Bakso



Ntah karena faktor menyusui atau memang saya yang belakangan gampang kelaparan, bayangan akan sepiring miehun goreng 'menghantui' saya malam itu. Akibatnya sepanjang malam cacing-cacing dalam perut berontak dan berorasi menuntut supply makanan saat itu juga. Tapi apa daya, mata yang mengantuk, suhu yang dingin, ditambah masih tengah malam buta, membuat saya
urung melangkahkan kaki kedapur dan memilih untuk menunggu hingga matahari menjelang, sambil tetap keroncongan pastinya...

Pagi hari, sekalian untuk bekal sibuyung langsung saja saya realisasikan mimpi dan angan-angan yang sudah saya pendam dari malam harinya... Seperti biasa, berbekal apa yang ada di lemari es, jadilah miehun goreng bakso sapi untuk sarapan hari itu.

Tidak ada yang istimewa dari resepnya sebenarnya, tapi rasanya begitu nikmat. Alhamdulillah, tidak sia-sia memendam lapar dari malam harinya ternyata..hihihi...
Boleh dong ya saya share resepnya disini...

Bahan:
Miehun, rendam dalam air panas hingga lunak
Telor dadar yang iris tipis
Lettuce, potong-potong

Bumbu tumis:
1/4 bagian bawang bombay, potong dadu
3 siung bawang putih, cincang halus
1 buah wortel, potong korek api
3 buah daun bawang, iris halus
5 buah bakso sapi, potong-potong
1 sdm saos tiram
2-3 sdm kecap manis
1 sdm saos sambal
Sedikit garam dan merica hitam

Cara:
1. Tumis bawang bombay dan wortel hingga layu dengan sedikit garam dan merica. Lalu masukkan bawang putih dan bakso sapi. Masak hingga bawang putih harum. Lalu masukkan sisa bumbu. Masak hingga semua tercampur rata dan wangi. 
2. Sebelum semua bumbu kering, masukkan miehun yang telah ditiriskan. Aduk hingga semua helai miehun tertutup oleh bumbu.
3. Matikan api, hidangkan miehun dengan irisan telor dadar dan lettuce.

Seperti varian mie goreng lainnya, bahan-bahan pelengkap untuk makanan ini jumlahnya sangat tidak terbatas. Artinya bisa masukin apa aja yang kita suka. Makanya, yang namanya mie atau miehun goreng tidak akan pernah ada matinya...

So.... Selamat mencoba.... ^^

Roti Isi Goreng - Serba leftover



Belakangan ini seisi rumah sedang dilanda roti tawar blues...Pasalnya setiap kali membeli roti tawar selalu saja tersisa banyak sedangkan masa berlakunya sudah hampir habis. Dulu roti tawar yang tersisa saya sulap jadi bagelen, roti yg dioles margarin dan ditaburi gula pasir lalu dipanggang hingga kering. Namun
lama kelamaan ya bosan juga, sehingga pada akhirnya sempat beberapa kali terpaksa membuang roti yang bersisa.

Sejak itu saya jadi jarang sekali beli roti lagi. Kecuali bila ada request dari si buyung untuk bawa bekal sandhwhich ke sekolah. Suami saya yang paling anti dengan yang namanya buang-buang makanan, sering kali terpaksa menghabiskan roti sesegera mungkin. Kasian juga sih liatnya karena harus makan roti sepanjang hari demi agar tak ada yang mubazir.

Hingga pada suatu hari kepikiran lah untuk bikin roti isi goreng. Lumayan juga untuk memanfaatkan roti tawar yang tersisa untuk dijadikan snack yang nikmat. Untuk isiannya sebenarnya bisa apa saja. Bisa tuna jagung, sayuran, atau seperti isian untuk risoles.

Kali ini saya bikin isiannya dari cabbage, wortel dan ayam suir, karena kebetulan di lemari es cuma ada itu...Ayam suirnya juga sisa dari ayam balado beberapa hari sebelumnya yang kalah pamor karena ada asam padeh ikan. Akhirnya si ayam yang bersisa saya cuci bersih lalu saya simpan diwadah tertutup. Jadi, jgn buru2 kewarung dulu kalau mau bikin camilan. Coba mix and match aja apa yang ada, lumayan kan untuk trial n error..

Nah, sebagai teman makan roti isi ini saya recommended sekali untuk menyantapnya dengan sambel kecap. Rasa gurih roti bercampur dengan rasa manis asam pedas dari sambel kecap...hhmmm...bikin lidah tak berhenti bergoyang...

Yuk ah, ini resep roti isi yang saya bikin beberapa hari yang lalu... 

Bahan:
Roti tawar, buang bagian pinggirnya lalu gilas hingga tipis (agar tak mudah patah)
2 butir telur ayam, kocok lepas dengan sedikit air atau susu cair
Tepung roti atau panko bread crumb
#taburi campuran telur dan bread crumb dengan sedikit garam dan merica
Minyak untuk menggoreng

Bahan isian
Cabbage yang diiris tipis
3 buah wortel yang dipotong korek api
4 buah daun bawang yang diiris-iris
3 potong ayam goreng suir
1/4 potong bawang bombay yang dirajang halus
2 siung bawang putih yang dihaluskan
Garam, merica dan sedikit kecap manis 

Cara:
1. Tumis semua bahan isian hingga matang. sisihkan.
2. Ambil satu buah roti yang telah digiling tipis, lalu letakkan satu sendok makan bahan isi. Lipat 2 roti, lalu tekan sekeliling pinggiran roti dengan garpu untuk merekatnya setiap sisinya. Lalukan sampai roti habis.
3. Sementara itu panaskan minyak di api sedang.
4. Siapkan campuran telur dan bread crumb diwadah terpisah. Celupkan satu buah roti isi ke campuran telur hingga semua bagian terendam. Lalu segera baluri dengan bread crumb. Lalukan sampai semua roti habis.
5. Goreng hingga kecoklatan. Sajikan dengan sambel kecap.


Untuk sambel kecap, bahan-bahannya adalah;
Kecap manis sesuai selera
1/4 bagian bawang bombay yang dipotong dadu
1 siung bawang putih yang dicincang halus
2 buah cabe hijau yang diiris-iris
1 buah cabe merah yang diiris-iris
1 buah tomat yang dipotong dadu, keluarkan bijinya (opt)
Air perasan jeruk nipis

Cara: Campur semua bahan jadi satu. Masukkan kecap manis hingga semua bahan terendam. Aduk rata lalu diamkan sekitar 30 menit sebelum disajikan. Bila ingin lebih encer bisa ditambah dengan sedikit air matang.



Selamat mencoba....^^