Chiffon "maunya motif zebra" Cake



Berawal dari keinginan untuk membuat rainbow cake. Tapi masih "trauma" karena dulu pernah gagal total saat membuat rainbow cake. Karena saya tidak menggunakan emulsifier, jenis cake chiffon menjadi pilihan saya setiap kali membuat cake. Namun sayangnya jenis cake ini sangat rentan untuk deflate atau gagal bila proses pengadukan terlalu lama, sedangkan saat memberi warna adonan butuh diaduk agar warna adonannya merata.

Untunglah saat sedang googling di dunia maya, saya secara tidak sengaja mampir disini. Dari blog ini saya tahu triknya agar chiffon dapat diberikan berbagai warna tanpa khawatir cake akan gagal. Berbekal trik dari sana, akhirnya saya berkeinginan untuk mencoba membuat rainbow chiffon cake. Namun karena saya tidak punya pewarna makanan, jadinya niat untuk membuat rainbow cake saya urungkan, diganti dengan zebra cake. Kebetulan saya juga sering sekali melihat tutorial di youtube bagaimana cara membuat motif pada zebra cake. 



Namun praktek memang tidak semudah teori. Hasil akhir pada cake saya tidak terlihat seperti zebra sedikitpun. Kemungkinan karena saya menyendokkan adonannya terlalu banyak, atau jumlah pasta pandan dan mocca nya yang tidak terlalu kentara. Ntahlah, yang pasti wajib dicoba lagi sampai sukses. Tapi walaupun motifnya abstrak sekali, yang penting rasanya enak. Apa karena didalamnya ada paduan aroma pandan dan mocca jadi cake ini mengingatkan saya akan bolu kukus mekar yang memang menjadi favorit saya dan suami.

Untuk resepnya saya menggunakan resep chiffon yang ada disini. Hanya saja karena didalam cake ini ada tambahan 2 warna, jadi stepnya ada yang diubah.

Bahan;
6 buah kuning telur
7 buah putih telur
225 gr cake flour, saya pakai terigu serba guna
300 gr caster sugar, saya pakai gula granule
1 sdm baking powder
1/2 sdt garam
120 ml minyak sayur
180 ml air matang
vanila
1 sdt pasta pandan
1 sdt pasta mocca

Cara;
1. panaskan oven disuhu 180 derajat C. Siapkan loyang 24x24cm, tanpa dioles minyak.
2. Kocok putih telur sampai berbusa, lalu tambahkan sedikit demi sedikit 50gr gula pasir sambil terus dikocok hingga kaku. sisihkan.
3. Kocok kuning telur dan sisa gula pasir sampai gula larut, lalu masukkan sisa bahan lainnya. Kocok hingga semua bahan tercampur rata dan adonan menjadi halus.
4. Bagi adonan menjadi 3 bagian yang sama. Beri satu bagian pasta pandan dan satu lainnya pasta mocca. Biarkan satu bagian lagi tanpa pewarna. Aduk rata masing-masing adonan.
5. Bagi 3 adonan putih, letakkan masing-masingnya didalam wadah bersih. Satu mangkok untuk adonan hijau, satu mangkok untuk adonan mocca, dan mangkok lainnya untuk adonan putih.
6. Untuk adonan hijau, ambil 1/3 adonan putih untuk adonan hijau, aduk rata hingga semua tercampur, lalu masukkan sisanya dan aduk balik hingga rata. Lakukan juga untuk adonan mocca dan adonan putih.
7. Ambil satu sendok sayur adonan hijau, lalu tuang ditengah-tengah loyang. Lalu ambil satu sendok sayur adonan mocca, tuang tengah-tengah adonan hijau. Begitu juga dengan adonan putih, ambil satu sendok sayur adonan putih tuang ketengah-tengah adonan mocca. Lakukan terus sampai adonan habis.
8. Panggang adonan hingga matang sekitar 40 menit.
9. Begitu matang, keluarkan dr oven lalu balikkan loyang dan biarkan kue dingin didalam loyang dalam keadaan terbalik, kurleb 1 jam.
10. Setelah dingin, keluarkan chiffon dr loyang. potong-potong, chiffon siap disajikan.



Walaupun motifnya tidak sesuai dengan harapan, namun alhamdulillah suami suka sekali dengan cake ini. Jadi rasa kecewa yang muncul saat pertama kali melihat motif didalam cake sedikit terhapus dengan sambutan hangat (hehe) dari suami tercinta. Mudah-mudahan lain kali motifnya beneran seperti zebra. 

Anyway... Selamat mencoba... ^^

Sate Ayam Sambal Kecap



Untuk membuat sate ayam disini tidaklah susah. Toko butcher halal disini menyediakan berbagai pilihan potongan ayam yang kita inginkan. Mulai dari whole chicken; large, medium dan small; chicken legs, chicken thighs, chicken drumstick, chicken breast, chicken minced, bahkan hati ampela juga tersedia. Membelinya pun tergantung kebutuhan, mau sekilo, 1/2kg, atau hanya butuh beberapa potong paha ayam. Si butcher akan melayani permintaan kita dengan ramah. Bagi saya, hal ini sangat membantu sekali. Apalagi
potongan ayam yang dijual sudah lumayan bersih sehingga tak perlu repot lagi untuk mempersiapkannya untuk dimasak.

Tapi saya paling anti bila membeli ayam dalam jumlah banyak lalu distok di freezer tanpa mengolahnya terlebih dahulu. Menurut saya pribadi, rasa dan warna ayam yang telah di defrost sedikit berbeda dengan yg langsung diolah. Ntahlah kenapa. Oleh karena itu, saya lebih suka bolak balik ke butcher halal untuk membeli ayam sejumlah keperluan saya. Bila ada sedikit waktu senggang (baca: tidak malas, hehe..), barulah saya membeli ayam dalam jumlah banyak untuk kemudian diolah terlebih dahulu sebelum dimasukkan kedalam frezzer. Untungnya letak butcher shop itu tidak jauh dari rumah, hanya sekitar 5 menit jalan cepat. Sehingga bolak balik dari rumah ke butcher shop tidak terlalu merepotkan.




Seperti beberapa hari yang lalu, saat sibuyung sakit dan tidak mau makan, saya memutuskan untuk membuatkannya sate ayam. Tak butuh waktu lama, saya langsung meluncur ke butcher shop dan minta diambilkan 1kg chicken breast fillet dan minta dipotong kecil-kecil, sehingga sampai dirumah ayam bisa langsung diolah menjadi sate ayam. Berhubung saat itu saya ingin satenya cepat selesai dan minus ribet, jadinya saya memutuskan untuk membuat sate ayam yang simple saja. Bumbu kecap menjadi pilihan saya. Sekitar 1jam kemudian, si buyung telah dapat menikmati sate ayam fresh dari oven.. Loh? tidak dipanggang? berhubung saya tidak punya grill maupun disposable grill, saya biasanya memanggang sate-satean didalam oven menggunakan api dari broiler yang ada dibagian atas oven.

Ini resep kilat sate ayam a la saya:

Bahan:
1 kg daging dada ayam, potong dadu sesuai selera
Tusuk sate sekitar 50 pcs

Bumbu untuk merendam ayam:
3 - 4 sdm kecap manis (sesuai selera)
2 sdm saos sambal pedas
1 sdt bawang putih bubuk (bisa pakai yang freshly minced)
1/2 sdt merica putih bubuk
1/2 sdt gula pasir
1/2 ketumbar bubuk
1 sdm vegetable oil
Garam secukupnya
Sedikit jeruk nipis

Cara:
1. Cuci daging ayam hingga bersih. Sisihkan.
2. Campur semua bumbu hingga rata. Cicipi sedikit, tambah garam atau bumbu lain bila perlu. Lalu masukkan ayam kedalam bumbu. Aduk rata. Diamkan dalam lemari es minimal 30 menit. 
3. Tusuk-tusuk sate ayam. lalukan hingga semuanya habis.
4. Panggang sate ayam sambil dbolak balik agar matang merata. 
5. Angkat, sajikan dengan sambal kecap.

nb: untuk resep sambal kecap bisa dilihat disini.


Selamat mencoba... ^^

Nugget Ayam Wortel, First Trial



Beberapa hari yang lalu saat menyiapkan bekal untuk si buyung sekolah saya kepikiran untuk membuatkannya nugget ayam. Selain praktis, nugget ini bisa disimpan di freezer sehingga kapanpun dibutuhkan tinggal keluarin dari freezer dan digoreng. Agar tidak gatot alias gagal total, saya mencoba membaca beberapa referensi resep lainnya
. Selain membaca resep dari salah seorang teman, saya juga membaca resep dari blog mba Endang disini. Tapi karena keterbatasan bahan yang ada dirumah, jadi nuggetnya saya bikin simple saja sesuai dengan bahan yang tersedia.

O iya... karena saya juga tidak punya kukusan yang besar, jadi nugget ini saya panggang bukan dikukus. Bagian dasar loyang saya lapisi dengan aluminium foil, lalu saya lapisi kembali dengan baking paper agar bagian dasar nugget tidak kecoklatan saat dipanggang. Hasilnya tetap lembut dan enak kok. Tapi mau nulis resepnya sebenarnya agak bingung karena saya pakai takaran kira-kira. hehe..

Bahan:
1 kg ayam cincang
2 buah wortel yang telah diserut
1,5 sdt garam
2 sdt bawang putih bubuk
1 sdt gula pasir
1/2 sdt merica putih bubuk
2 butir telur, kocok lepas
3 sdm tepung tapioka
Tepung terigu secukupnya (sekitar 2 sdm)

Bahan untuk pelapis
Tepung terigu secukupnya
2 butir telur + 2 sdm susu cair
Tepung panir
Masing-masing bagian beri sedikit garam dan merica

Cara:
1. Panaskan oven pada suhu 170 derajat C. Siapkan loyang 24x24 (atau sesuai ketebalan nugget yang diinginkan), alas dengan foil, lalu lapisi dengan baking paper. sisihkan.
2. Aduk semua bahan nugget hingga tercampur rata. Bila adonan terlalu encer, tambahkan terigu sedikit demi sedikit. 
3. Tuang adonan kedalam loyang, lalu panggang hingga matang. Keluarkan dan dinginkan. Lalu potong-potong sesuai selera.
4. Ambil satu potongan nugget, baluri dengan terigu, lalu celupkan kedalam kocokan telur dan kemudian baluri dengan tepung roti. Lalukan sampai adonan habis.
5. Nugget bisa langsung digoreng dalam minyak panas, atau dimasukkan kedalam plastic bag dan disimpan dalam freezer.

Nugget siap digoreng atau disimpan di freezer

Nugget siap masuk freezer


Tidak susah kan membuat nugget..? lebih nikmat disantap ditemani saos sambal ekstra pedas. Selamat mencoba... ^^

Hokkaido Cupcake



Sudah lumayan lama sejak pertama kali saya melihat resep ini di youtube. Tapi waktu itu hanya sekedar melihat saja sebagai teman begadang saat harus menyusui si upiak dimalam hari. Namun beberapa waktu yang lalu saya melihat seorang teman memposting gambar hokkaido cupcake
ini. Ingatan saya langsung menuju video yang pernah saya tonton dulu.

Tak puas hanya sampai di video, saya pun mencoba mencari tau lagi apa itu hokkaido cupcake. Menurut link yang saya baca disini, Hokkaido cupcake tak lebih dari chiffon yang dipanggang didalam loyang cupcake. Saat sudah dingin, cupcake ini akan sedikit mengkerut kedalam dan bagian permukaannya akan sedikit berkerut-kerut. Untuk membuat cupcake kembali "gendut", disemprotkanlah fla vanilla dengan menggunakan piping bag. Tekstur cupcake yang sangat lembut dan airy membuat fla dapat terdistribusi dengan baik kedalam cupcake. Tapi butuh kehati-hatian juga dalam mengisikan fla kedalam cupcake ini, karena kalau terlalu banyak cupcake akan pecah dan tidak terlihat terlalu menarik.



Lantas apakah kue asalnya dari Jepang? ternyata tidak. Kue ini dinamakan Hokkaido cupcake karena yang pertama kali membuat kue ini memakai susu yang berasal dari Hokkaido. Ntahlah itu benar atau tidak, yang penting jenis cupcake ini wajib dicoba. Dan jangan sering-sering membuatnya, karena teksturnya yang sangat lembut bikin lupa sudah berapa buah cupcake yang masuk ke mulut...hihihi...

Resep cupcake ini saya copas dari sini. Silahkan kalau ada yang berminat nonton langsung videonya. Bagi yang tidak mau repot mampir ke youtube, saya tulis disini ya...

Bahan A:
3 butir kuning telur
20gr gula pasir
40ml susu cair
40ml vegetable oil
60gr terigu serba guna
1 bungkus vanilli bubuk
Sejumput garam

Bahan B:
3 butir putih telur
40gr gula pasir

Bahan Custard:
200 ml susu cair
2 butir kuning telur
40 gr gula pasir
1 sdm terigu
1 sdm maizena
1 bungkus vanilli bubuk
100ml double cream + 1 sdm gula bubuk, kocok hingga kaku, simpan dilemari es hingga saatnya digunakan.
Cara:
1. Panaskan oven pada suhu 180 derajat C. Siapkan loyang cupcake, alas dengan cupcake liners.
2. Buat bahan B. Kocok putih telur dengan menggunakan mixer hingga berbuih, lalu masukkan gula sedikit demi sedikit sambil terus dikocok hingga kaku. Sisihkan.
3. Buat bahan A. Kocok kuning telur dan gula pasir hingga berwarna pucat dan gula larut. Masukkan oil dan susu, kocok hingga semua tercampur rata. Lalu dengan menggunakan spatula masukkan terigu dan garam. Aduk rata kembali.
4. Masukkan 1/3 adonan putih kedalam adonan kuning. Aduk balik hingga semua adonan putih menyatu dengan adonan kuning. Masukkan sisa adonan putih, aduk balik sampai rata.
5. Bagi rata adonan kedalam masing-masing cupcake liners hingga 2/3 tinggi liners. Lalu panggang selama kurleb 20 menit atau hingga cupcake matang. Keluarkan dari oven dinginkan.
6. Sementara itu buat adonan custard. Campur semua bahan (kecuali kocokan double cream). Aduk hingga semua larut, lalu saring. Masak didalam sauce pan dengan api sedang sambil terus di aduk hingga kental. Matikan api, taruh dalam wadah bersih. Tutup dengan plastic wrap dengan cara plastic wrap menyentuh permukaan custard. Dinginkan.
7. Setelah dingin, campur custard dengan kocokan double cream, masukkan kedalam piping bag.
8. Ambil satu buah cupcake, semprotkan custard kedalamnya melalui bagian atas cupcake dengan cara ujung piping bag langsung ditusukkan kedalam cupcake. Saat custard disemprotkan, cupcake akan menjadi "gemuk" dan terlihat padat. Lakukan sampai habis.
9. Hokkaido cupcake siap dinikmati

note: Cupcake akan sedikit mengempis setelah matang.



Hokkaido cupcake ini sepertinya bisa divariasikan menjadi cupcake pandan, jeruk, strawberry, atau yang lainnya sesuai selera. Hokkaido cupcake pandan menjadi target prakter selanjutnya.. hehe..

Selamat mencoba.... ^^

Cream Puffs alias Kue Sus



Adonannya disebut dengan choux pastry. Ntahlah artinya apa, yang pasti ini adalah salah satu jenis dessert kesukaan saya dan si buyung. 
Dulu saat saya masih baru belajar membuat kue, saat membaca resep dibuku resep mama itu dalam pikiran saya kue sus ini susah sekali untuk dibuat sehingga boro-boro untuk mempraktekkannya, melanjutkan membacanya saja saya sudah tidak berminat..hehe. Hingga akhirnya saat saya sudah merantau di Newcastle ini salah seorang teman menyuguhkan kue sus di acara
pengajian bulanan yang juga menjadi tempat silaturahmi warga muslim Indonesia se-Newcastle.

Sejak itu, rasa penasaran saya muncul juga akhirnya. Apalagi saya sudah mulai terbiasa praktek bikin bermacam-macam resep hasil googling. Jadi tidak ada salahnya kan menambah koleksi pengalaman membuat kue sus ini?

Dari sharing teman tersebut saya baru tau kalo saat memanggang kue ini oven tidak boleh dibuka hingga kue benar-benar mengembang dan matang, karena kalau tidak katanya kue sus akan mengempis dan tidak akan bisa mengembang lagi.

Berbekal resep yang ada disini, akhirnya saya coba bikin kue sus. Hasilnya....Alhamdulillah, hasilnya tidak mengecewakan. Kue sus nya berdiri dengan kokoh dan tidak mengempis walaupun sudah semalaman. Sejak saat itu, kue sus menjadi salah satu kue andalan favorit saya. Anti gagal soalnya... hihihi... Dan yang penting lagi, ternyata tidak susah kok bila ingin membuat kue sus. Hanya dibutuhkan kesabaran saat memanggang untuk tidak iseng membuka pintu oven sebelum kue benar-benar matang.

Biar lebih gampang, saya copas resepnya disini ya

Cream Puffs ( Laurainthekitchen.com)

Bahan:
1 cup air
1/2 cup mentega / margarin
1 cup terigu
1/4 sdt garam
4 butir telur

Cara:
1. Panaskan oven pada suhu 200 derajat C. Siapkan loyang datar, alas dengan baking paper. Sisihkan.
2. Panaskan mentega dan air didalam sauce pan hingga semua mentega larut. Lalu masukkan sekaligus semua terigu dan garam. Aduk cepat hingga menjadi sebuah adonan yang kalis dan tidak lengket lagi disisi sauce pan. Matikan api, lalu pindahkan adonan kedalam wadah bersih. Diamkan sebentar hingga adonan tidak terlalu panas lagi.
3. Masukkan telur satu persatu kedalam adonan. Tunggu masing-masing telur tercampur rata kedalam adonan sebelum memasukkan telur berikutnya.
4. Masukkan adonan kedalam piping bag, lalu semprotkan adonan diatas loyang. Atau juga bisa dengan menggunakan 2 buah sendok makan. Beri jarak pada masing-masingnya.
5. Masukkan adonan kedalam oven. Panggang selama lebih kurang 20-30 menit, atau hingga mengembang. 
6. Bila setelah dikeluarkan tekstur kulit masih terasa sedikit lunak, masukkan kembali kedalam oven, turunkan suhu menjadi 180 derajat C. Masak hingga kulit kokoh.

nb: Oven bisa dibuka setelah adonan mengembang sempurna dan sudah set. Biasanya kue akan set setelah dipanggang sekitar 20 menit. Bila oven dibuka saat kue masih dalam proses mengembang dan belum set, besar kemungkinan kue sus akan deflate dan tidak akan bisa mengembang lagi.


Varian lain dari resep ini adalah eclair. Menurut saya, eclair tak lain adalah kue sus yang bentunya memanjang dan bagian luarnya diberi lelehan coklat. Dari referensi yang saya baca, aslinya topping eclair dicocokkan dengan fillingnya. Bila filling nya coklat, maka toppingnya juga coklat. Dan bila fillingnya adalah vanilla, maka topingnya pun vanilla. Tapi kebanyakan resep eclair yang saya lihat menggunakan vanilla custard untuk fillingnya dan coklat leleh sebagai toppingnya. 

Dari satu resep yang saya buat kemaren, sebagiannya saya bentuk menjadi eclair tapi minus coklat leleh. Karena kebetulan si buyung masih sedikit batuk, jadi saya pun enggan menambahkan coklat leleh diatasnya. Jadinya ya...eclair wanna be? hehe...





Ngomong-ngomong soal filling, saya biasanya menggunakan vanilla custard dicampur whipped cream. Berikut resep filling yang biasa saya buat.

Bahan:
300 ml susu cair
3 butir kuning telur
50 gr gula pasir
2 sdm terigu serba guna
2 sdm tepung maizena/corn starch
sejumput garam
1 bungkus vanilla bubuk
100ml double cream, kocok dengan 1sdm gula bubuk hingga kaku

Cara:
1. Panaskan susu dengan api kecil didalam sauce pan hingga hangat. Jangan sampai mendidih.
2. Sementara itu, kocok dengan baloon whisk kuning telur dan gula hingga larut. Masukkan terigu, maizena, garam dan vanilla. Aduk rata.
3. Setelah susu hangat, masukkan susu sedikit demi sedikit kedalam adonan telur sambil terus diaduk cepat agar tidak ada bagian telur yang matang. Lalu tuang kembali adonan susu yang telah tercampur dengan adonan telur kedalam saucepan. Masak kembali dengan api sedang sambil terus diaduk sampai adonan mengental.
4. Pindahkan adonan kedalam wadah bersih. Lalu tutup permukaan adonan menggunakan plastic wrap. Plastic wrap menyentuh permukaan custard. Biarkan hingga dingin.
5. Setelah dingin, bila custard terlalu menggumpal, kocok sebentar hingga custard tidak terlalu menggumpal lagi. Lalu masukkan 1/3 bagian cream yg telah dikocok kaku kedalam custard. Aduk balik hingga semua tercampur rata. Lalu masukkan sisa cream, aduk kembali.

Assemble:
1. Gunting sedikit bagian kue sus hingga ada rongga. 
2. Masukkan filling ke dalam piping bag. Lalu semprotkan filling kedalam kue sus melalui rongga tersebut.
3. Bila tidak mempunyai piping bag, ada cara yang lebih gampang. Belah 2 kue sus tapi jangan sampai terputus, lalu sendokkan adonan filling kedalamnya.

Kue sus siap dinikmati...Selamat mencoba...^^

Cupcake Putri Ayu



Masih bereksperimen dengan putri ayu...
Sejak pertama kali saya coba membuat putri ayu dengan cara di panggang menggunakan teknik waterbath, suami terus-terusan minta dibikinkan putri ayu. Ya, beliau memang lebih memilih putri ayu panggang dari pada yang dikukus. Lebih legit katanya. Dan sejak saat itu pulalah
, di freezer selalu tersedia stok kelapa parut frozen agar kapanpun ada request, tidak perlu repot dulu harus ke warung beli kelapa parut.

Biasanya kalau membuat putri ayu panggang saya selalu menggunakan loyang biasa seperti untuk membuat cake lainnya. Bagian dasar loyang terlebih dahulu dilapisi baking paper, lalu ditaburi kelapa parut yang telah dikukus dengan sedikit ditekan-tekan hasil akhirnya terlihat cantik. Setelah matang, cake tinggal dipotong seperti biasa. Jadinya tidak pake repot harus nungguin cake didepan kukusan karena jumlah mould putri ayu saya yang cuma 10buah. Walaupun bentuknya tidak otentik seperti putri ayu biasa, tapi rasanya tak kalah enak kok. Sayangnya setiap kali bikin saya tidak pernah sempat untuk mengabadikannya karena keburu diserbu oleh yang request... hehe...

Nah, kali ini saya bikin putri ayu dalam bentuk cupcake, dan tidak menggunakan kelapa parut melainkan menggunakan desicated coconut yang ditabur diatas adonan. Rasanya enak juga ternyata. Desicated coconutnya menjadi semakin gurih dan kriuk kriuk. Berhubung adonan putri ayu tidak menggunakan minyak ataupun butter, jadi saya tetap menyarankan untuk memanggang cupcake ini dengan teknik waterbath agar hasil cupcake tetap lembut.



Jadi, tidak punya cetakan putri ayu bukan berarti tidak bisa membuatnya sendiri dirumah. Apapun bentuknya yang penting rasanya tetap nge-ayuuu banget...hehe...
Resep putri ayu sebenarnya sudah saya posting sebelumnya disini. Tapi setelah beberapa kali mencoba, ada beberapa bahan yang saya tambah sesuai dengan selera keluarga. Saya tulis lagi ya resepnya...

Bahan:
3 butir telur utuh, 2 butir kuning telur
1 1/4 cup gula pasir (sekitar 250 gram)
2 cup terigu serba guna (sekitar 200gram)
200 ml santan kental
1/2 sdt pasta pandan
1/2 sdt garam
1 bungkus vanilla bubuk

Untuk topping:
3 - 4 sdm desicated coconut
Sejumput garam (1/4 sdt)
1/2 sdt gula pasir
Sedikit vanila bubuk

Cara:
1. Panaskan oven di suhu 180 derajat C. Lalu siapkan loyang muffin, alas dengan cupcake liner/case. Sisihkan. Siapkan juga wadah yang lebih besar dari loyang muffin yang memiliki sisi yang agak tinggi.
2. Kocok telur sampai putih kental dan berjejak. Lalu masukkan santan dan pasta pandan. Kocok sebentar hingga semua tercampur rata.
3. Ayak bahan kering lainnya. Lalu masukkan kedalam adonan telur dalam 3-4 tahap. Aduk balik hingga semua bahan kering tercampur rata.
4. Masukkan adonan hingga 2/3 tinggi cupcake liners. Lalu letakkan loyang muffin diatas loyang yang lebih besar yang telah diisi air panas hingga setengah tinggi loyang. Masukkan kedalam oven. Sementara itu campur semua bahan topping.
5. Setelah adonan setengah matang (adonan sudah mulai set namun bagian atas masih terlihat basah), keluarkan loyang muffin dan taburi dengan topping. Lalu masukkan kembali kedalam oven dan lanjutkan memanggang hingga cupcake matang. Untuk mengecek bila adonan telah matang bisa dnegan menusuk bagian tengah cake dengan tusuk gigi/ tusuk sate/ spaghetty yang masih mentah. Bila tidak ada lagi adonan yang menempel, artinya cake telah matang.
6. Cupcake putri ayu siap dihidangkan.


Kalau tidak mau repot memanggang dengan teknik waterbath, mungkin bisa dipanggang tanpa waterbath hanya saja takaran santan pada resep dikurangi setengahnya, lalu ganti dengan vegetable oil atau cooking oil lainnya, agar cake tidak kering saat dipanggang. Saya belum pernah coba sih, tapi tak ada salahnya kan untuk trial and error..hehe...
Tunggu apalagi? yuk, bikin cupcake putri ayu... Lumayan untuk teman minum teh atau kopi disore hari yang lumayan hangat seperti saat ini... Selamat mencoba... ^^

Ayam Gulai Gotong Royong



Dikasih judul ayam gulai gotong royong karena memang bikinnya hasil gotong royong sama suami tercinta. Sebagai ibu yang menyusui, jadwal sehari-hari saya ditentukan oleh si bos kecil yang saat ini berusia 4bulan. Si bos bisa nge-booking saya kapanpun dia butuhkan, termasuk saat sedang masak. Hari itu saya memutuskan untuk membuat ayam gulai. Ayam sudah dicuci bersih dan sudah dilumuri jeruk nipis. Saat hendak menyiapkan bumbu-bumbu
lainnya, si bos kecil tiba-tiba memanggil. Tidak ada kata "tunggu sebentar", harus saat itu juga. Terpaksalah segala kegiatan berhenti sejenak untuk memenuhi kebutuhan si bos ini. 

Karena sudah semakin siang, saya putuskan untuk meminta bantuan suami untuk membantu menghaluskan bumbu-bumbu, tentunya dengan sedikit instruksi mengenai bahannya apa saja dan takarannya berapa. Mungkin karena khawatir salah memasukkan bahan dan salah takaran, suami tak henti-hentinya bertanya mengenai ini dan itu. Jarak antara dapur dan kamar membuat volume komunikasi sedikit mengeras alias sambil teriak-teriak. Hihihi... Mudah-mudahan tetangga yg tinggal di flat atas ga kaget ya...

Sekitar 30 menit kemudian, si bos kecil sudah "mengijinkan" saya kembali melanjutkan pekerjaan didapur. Saat itu suami pun sudah selesai membumbui ayam, tinggal dieksekusi menjadi ayam gulai. Sembari melanjutkan memasak, suami menyelutuk, "Bun, kalo ayam gulainya enak, berarti itu karena saya yang hebat meracik bumbu." Saya yang tak mau kalah pun langsung membalas, "Yah, kalo pun ayam gulainya enak, itu karena yang menginstruksikan yang hebat... lagian kan final touch nya ada di saya..." Hehehe.... 

Akhirnya, gulai ayam pun telah matang, dan rasanya Alhamdulillah enak. Dan yang penting tidak ada yang peduli lagi siapa yang membuat ayam gulainya enak, keburu diserbu sih si ayamnya...

Ngomong-ngomong soal ayam gulai, di Padang ada yang namanya ayam gulai dan kalio ayam. Ayam gulai sama dengan gulai kebanyakan, sedangkan kalio ayam tidak pake kunyit sehingga kalo dimasak terus dengan api kecil lama-lama bisa jadi rendang ayam. Itu kalo saya tidak salah... hhehehe... Trus, biasanya gulai ayam dicampur dengan kemumu. Hmmm... kebayang deh nikmatnya paduan gulai ayam dan kemumu. 

Berhubung disini tidak ada kemumu, jadinya gulai ayam biasanya saya campur dengan kentang. Selain membuat kuahnya lebih creamy, si buyung pun suka karena saat makan kentangnya bisa dihancurkan dan digabung bersama nasi.

Ini resep ayam gulai a la saya... 

Bahan:
1 ekor ayam, potong sesuai selera
1 buah jeruk nipis
5 buah kentang yang telah dikupas kulitnya, potong menjadi 4 bagian
1 buah santan kental kalengan ukuran 400ml (atau santan fresh)
Air secukupnya

Bahan tumis:
2 lembar daun salam
5 lembar daun jeruk
1 batang sereh yang di geprek
2 buah asam kandis (kalo tidak punya, bisa diganti dengan menambahkan jumlah daun jeruknya)

Bumbu halus:
1/2 bagian bawang bombay
6-8 siung bawang putih
Jahe seukuran kelingking
Laos seukuran 1 ruas jari
1 sdt kunyit bubuk
1 sdt ketumbar bubuk
1 sdm cabe merah bubuk (sesuai selera)
1 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
1/4 sdt merica putih bubuk

Cara:
1. Cuci bersih ayam, lalu lumuri dengan air perasan jeruk nipis dan sedikit garam. Biarkan lebih kurang 30 menit. Lalu cuci bersih, dan sisihkan.
2. Tumis semua bumbu halus dan bahan tumis hingga wangi, lalu masukkan ayam. tumis sambil diaduk-aduk hingga semua bagian ayam tercmapur bersama bumbu dan ayam mulai sedikit matang dibeberapa sisi.
3. Masukkan santan kental, lalu tambahkan air secukupnya tergantung kekentalan yang diinginkan. Masak dengan api sedang.
4. Setelah ayam hampir matang, masukkan potongan kentang, lalu lanjutkan masak hingga kentang menjadi empuk.
5. Gulai ayam siap disajikan.

Ayam gulai ini bisa jadi varian menu untuk Ramadhan nanti... Selamat mencoba... ^^